"Saya tahu, saya ingin suatu hari berada di sisi lain lintasan. Saya memiliki impian untuk menjadi pembalap Formula 1," katanya.
Baca Juga: Red Sparks Tiba di Indonesia Disambut Antusias Penggemar Voli
"Tapi mimpi itu sangat jauh. Saya tidak tahu apakah saya akan mencapainya."
"Tahun pertama saya berangkat, saya menonton dari masuknya Tikungan 1."
"Tahun berikutnya dan setiap tahun setelahnya hingga saya mulai balapan pada tahun 2015, saya berada di tribun seberang garasi agar lebih dekat dengan para pembalap," katanya.
Baca Juga: Honda dan Aston Martin Bidik Gelar Juara Dunia Formula 1 2026
Zhou kini akan membalap di sirkuit Shanghai yang selama ini diimpikannya. Zhou bertekad untuk mendapatkan hasil bagus di kandang sendiri.
Menurut Zhou, minat terhadap Formula 1 semakin meningkat di Cina – dan ini tidak hanya terjadi pada basis penggemar yang sudah ada, tetapi juga generasi muda.
Mereka mulai bermain karting dan mencari jalan untuk menjadi pembalap Formula 1.
Baca Juga: Bernard Benyamin Van Aert Peraih Tiket Olimpiade Paris 2024 K-19 untuk Indonesia
"Saya menerima banyak surat yang mengatakan bahwa menjadikan saya sebagai inspirasi telah membantu mereka."
"Saya memiliki idola saya saat tumbuh dewasa, Fernando Alonso – dan saya masih membalap bersamanya," ungkap Zhou.
"Senang rasanya menjadi inspirasi bagi seseorang. Mudah-mudahan saya dapat memiliki tahun-tahun lebih lama di Formula 1."
Baca Juga: Proliga 2024 - Tak Punya Strategi Khusus, Giovanna Milana Ungkap 1 Kehebatan Megawati Hangestri
"Dan terus membuat sejarah dalam hal hasil dan membantu membangun minat di negara asal saya," katanya.
Artikel Terkait
Michael Jordan Hadiahkan Tim Golf UNC Air Jordan 9s
New Balance Meminang Pesepak Bola Wanita Jordyn Huitema
Preview Timnas U-23 Indonesia Vs Australia: Kemenangan Harga Mati untuk Garuda Muda
Timnas U-23 Indonesia Vs Australia: Justin Hubner Bisa Main