Sayangnya, karier Fagioli tidak bisa berlanjut lantaran mengalami cedera usai kecelakaan sportcar di Monaco.
3. Arthur Legat (54 tahun, 232 hari) – Belgia 1953
Baca Juga: Lego Luncurkan Mobil Formula 1 McLaren MP4/4 dengan Mini Figur Ayrton Senna
Arthur Legat berada di belakang kemudi untuk dua entri F1 privateer masing-masing pada tahun 1952 dan 1953, keduanya di trek kandang Spa-Francorchamps.
Dia adalah salah satu dari 15 finisher pada percobaan pertamanya, menempati posisi start ke-13 dalam balapan yang dimenangkan oleh pembalap Ferrari Alberto Ascari.
Namun, Legat terpaksa pensiun lebih dini karena mengalami masalah transmisi yang menghalanginya menyelesaikan satu putaran.
Baca Juga: Hyundai WRC Lelang Barang Pembalapnya untuk Craig Breen Foundation
2. Philippe Etancelin (55 tahun, 191 hari) – Prancis 1952
Seperti Fagioli, Etancelin telah membangun banyak pengalaman Grand Prix sebelum perang – dan memenangkan 24 Hours of Le Mans – sebelum mencicipi F1 ketika Kejuaraan Dunia dimulai pada tahun 1950.
Dia akhirnya membuat 11 start dengan menggunakan mesin Talbot-Lago, dan satu lagi di mesin Maserati yang mencetak hasil terbaik kelima dalam dua kesempatan selama musim debutnya.
Baca Juga: Ferrari Bakal Gunakan Livery Khusus untuk Grand Prix Miami
1. Louis Chiron (55 tahun, 292 hari) – Monaco 1955
Sekitar tujuh dekade sebelum Charles Leclerc hadir, Chiron-lah yang mengibarkan bendera kerajaan kecil Monaco.
Setelah meraih serangkaian kemenangan dan podium di Grand Prix, ia mencatatkan prestasinya di F1.
Artikel Terkait
Yayasan Real Madrid Luncurkan Program Klinik Sepak Bola-Edukasi di Namibia
John Terry Ungkap Detail Ritual Aneh Sebelum Pertandingan
Wasit Brasil Serukan Penangguhan Serie A Brasileiro Terkait Match Fixing
Persimpangan Olahraga dan Budaya: Bagaimana Atlet Membentuk Masyarakat dan Identitas