SportlinkNews - Kemenpora RI membuka seleksi penerimaan olahragawan baru pada Sentra Pembinaan Atlet Usia Muda atau Cibubur Youth Athlete Training Center (CYATC) 2024.
Seleksi ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pembinaan atlet olahraga sejak dini yang dilakukan Kemenpora.
CYATC merupakan salah satu program unggulan Kemenpora yang dulunya dikenal dengan SKO/Pusdiklat Ragunan.
Baca Juga: Pencak Silat Berpeluang Gelar World Combat Games 2027, Tapi Harus Penuhi 2 Syarat
Program ini adalah bagian dari implementasi dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang memiliki tujuan memberikan wadah pembinaan bagi atlet muda untuk menuju prestasi dunia.
Pembukaan seleksi calon olahragawan CYATC 2024 sendiri telah dibuka dari tanggal 7 Mei lalu dan akan ditutup tanggal 22 Mei mendatang.
Cabang olahraga yang akan membuka penerimaan olahragawan baru diantaranya Pencak Silat, Angkat Besi, Atletik, Bulutangkis, Panahan, Renang, Senam, Sepakbola dan Taekwondo.
Baca Juga: Musim Balotelli Berakhir dengan Kartu Merah, Kariernya Tamat?
Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi Muhammad Aziz Ariyanto mengatakan seleksi CYATC Kemenpora 2024 ini adalah bagian implementasi DBON.
Dimana pemerintah dalam hal ini Kemenpora memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan atlet muda di Indonesia.
"Kemenpora terus fokus untuk melakukan pembinaan atlet muda," ujar Aziz.
Baca Juga: Proliga 2024 Pekan Ketiga: Jakarta STIN BIN dan Popsivo Polwan Masih Pimpin Klasemen Kejuaraan
"CYATC merupakan wadah pembinaan yang disediakan Kemenpora untuk menjaring atlet muda potensial dari seluruh Indonesia yang bisa diharapkan menyumbangkan prestasi di kancah dunia," lanjutnya.
Seleksi ini diperuntukan bagi atlet pelajar yang lahir tahun 2009 dengan memperhatikan jumlah kuota yang dibutuhkan.
Artikel Terkait
Kunjungi Shanghai University of Sports 16 Atlet Pelajar Indonesia Perdalam Teknik dan Penguasaan Atletik
Atlet BMX Ini Lakukan Full Loop Terbesar di Dunia, Risiko Besar Mengintai
Tolak Rasis dan Diskriminasi, Olahraga Indonesia Harus Naik Kelas
Para-Powerlifting Indonesia Raih Tiga Emas dan Tiga Perak di Kejuaraan Dunia