Larangan Hijab dalam Olahraga Prancis Tuai Protes Keras dari Amnesty International

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Jumat, 19 Juli 2024 | 18:41 WIB
Diaba Konate pebasket Prancis yang akhirnya bermain di Amerika karena larangan hijab di negaranya. (IG @diaba.23)
Diaba Konate pebasket Prancis yang akhirnya bermain di Amerika karena larangan hijab di negaranya. (IG @diaba.23)

SportlinkNews - Kontroversi soal larangan hijab bagi perempuan muslim yang akan bertanding di Olimpiade Paris 2024 menuai banyak reaksi, salah satunya dari Amnesty International.

Amnesty International dalam laporan terbarunya menyebutkan larangan bagi atlet perempuan Prancis yang mengenakan jilbab untuk berkompetisi di Olimpiade melanggar hukum hak asasi manusia internasional.

Hal itu juga mengungkapkan kemunafikan diskriminatif pemerintah Prancis dan kelemahan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Baca Juga: Rapha Rilis Koleksi Terbarunya, Ada Hijab Khusus untuk Bersepeda

Pelanggaran tersebut merinci dampak buruk dari larangan berhijab terhadap perempuan Muslim di semua tingkatan olahraga Perancis.

“Larangan atlet Prancis berkompetisi dengan mengenakan hijab olahraga di Olimpiade dan Paralimpiade merupakan sebuah olok-olok atas klaim bahwa Paris 2024 adalah Olimpiade Kesetaraan Gender yang pertama,"

"Dan mengungkap diskriminasi gender rasis yang mendasari akses terhadap olahraga di Prancis,” kata Anna Blus, Amnesty Peneliti Hak-Hak Perempuan Internasional di Eropa.

Baca Juga: Sukses Putaran I, Pertamax Turbo Drag Fest 2024 akan Hadir di Tasikmalaya

Anna menambahkan, peraturan diskriminatif yang mengatur pakaian perempuan merupakan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak perempuan Muslim.

Hal itu berdampak buruk pada partisipasi mereka dalam olahraga, menghalangi upaya untuk menjadikan olahraga lebih inklusif dan lebih mudah diakses.

Larangan berhijab dalam berbagai cabang olahraga di Perancis telah menciptakan situasi yang tidak dapat dipertahankan.

Baca Juga: Demi Tingkatkan Profesionalisme Klub, Liga Indonesia Gelar LOC Refreshment Liga 1 2024/2025

IOC sejauh ini menolak untuk meminta otoritas olahraga di Prancis untuk membatalkan larangan mereka terhadap atlet berhijab di Olimpiade dan di semua tingkat olahraga.

Menanggapi surat dari koalisi organisasi yang mendesak mereka untuk mengambil tindakan, IOC mengklaim bahwa larangan Perancis terhadap jilbab olahraga berada di luar kewenangan gerakan Olimpiade.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: amnesty.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X