Namun Helena belum diizinkan mengikuti kompetisi basket sejak Oktober 2023.
“[Itu] adalah bagian besar dari semangat yang Anda miliki yang diambil dari Anda. Secara mental itu juga sulit karena Anda benar-benar merasa dikucilkan. Semua orang tahu mengapa Anda tidak bermain,” ujarnya.
“Kami dibuat percaya bahwa di Perancis ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, bahwa perempuan dihormati," buka Assma atlet voli berusia 27 tahun.
Baca Juga: Tour de France 2024: Kemenangan Tadej Pogacar di Depan Mata, Vingegaard Terus Menempel Ketat
"Namun ketika kita melihat ke dalam undang-undang, hal itu tidak terjadi sama sekali. Kita masih sangat, sangat jauh."
"Ini sangat membuat frustrasi dan juga mempengaruhi identitas kami,” katanya.
Sementara Diaba Konate, pemain bola basket Perancis yang lahir dan besar di Perancis, sekarang memilih bermain bola basket NCAA di Amerika Serikat.
Konate yang mantan anggota Timnas Muda Prancis ingin sekali bermain untuk tim Prancis, namun ini bukanlah pilihan baginya.
“Saya mencintai bola basket, keluarga saya, dan keyakinan saya,” kata Diaba dalam Surat Terbuka kepada Federasi Bola Basket Prancis yang ditandatangani oleh lebih dari 80 atlet pada tanggal 8 Maret 2024.
“Hati saya akan hancur jika melepaskan salah satu dari mereka, namun itulah yang dipaksakan oleh pedoman Federasi Bola Basket Perancis saat ini untuk saya lakukan," katanya.
Baca Juga: Lamine Yamal Tampil Gemilang di EURO 2024, Langsung Minta Kenaikan Gaji ke Barcelona
Dengan demikian, larangan berhijab adalah sebuah "tindakan bunuh diri" bagi Perancis, yang membuat negara tersebut kehilangan atlet-atlet berbakat yang seharusnya mereka bina.
Artikel Terkait
Toyota Gazoo Racing Indonesia Kuasai Podium Kejurnas Slalom 2024 Seri 2
Menpora Dito Ariotedjo Luncurkan Logo dan Maskot Peparnas XVII 2024 di Solo
Ugal-ugalan di Jalan Raya, Marcus Rashford Ditangkap Polisi, Dendanya Puluhan Juta
Sukses Putaran I, Pertamax Turbo Drag Fest 2024 akan Hadir di Tasikmalaya