Perenang Cina Jalani 418 Tes Doping Sebelum Olimpiade Paris 2024

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 24 Juli 2024 | 17:26 WIB
Perenang andalan Cina Zhang Yufei akan tampil di Olimpiade paris 2024. (vnexpress)
Perenang andalan Cina Zhang Yufei akan tampil di Olimpiade paris 2024. (vnexpress)

SportlinkNews - World Aquatics telah melaksanakan program tes narkoba yang paling ketat menjelang Olimpiade Paris 2024, dengan 418 pengujian terhadap perenang Cina.

Sejak awal Januari, 2.145 tes anti-doping telah dilakukan terhadap para atlet Olimpiade, diawasi oleh Badan Pengujian Internasional.

Termasuk tes yang dilakukan organisasi lain, perenang telah diuji rata-rata 3,4 kali, dengan total sampel yang diambil 4.774.

Baca Juga: Maryam March Maharani Jadi Pembawa Bendera Indonesia di Opening Olimpiade Paris 2024

“Ini adalah prioritas utama kami agar para atlet kami berkompetisi dalam kompetisi yang bersih dan adil,” kata presiden World Aquatics Husain Al-Musallam, Selasa (23/7).

“Program pengujian kami yang ketat mencerminkan dedikasi kami untuk menjunjung tinggi standar integritas tertinggi dalam olahraga akuatik dan kami berterima kasih atas kemitraan ITA dalam menyelenggarakannya,” dia menjelaskan.

Perenang Cina menjadi fokus utama, dengan 31 perenang yang berkompetisi di Paris masing-masing diuji setidaknya 10 kali oleh World Aquatics.

Baca Juga: Prediksi Sepak Bola Olimpiade Paris 2024: Argentina Vs Maroko

Hal ini menyusul terungkapnya pada bulan April bahwa 23 perenang Cina gagal dalam tes obat jantung terlarang trimetazidine pada tahun 2021.

Mereka diizinkan berkompetisi di Olimpiade Tokyo, di mana mereka memenangkan tiga medali emas, setelah badan anti-doping WADA menerima penjelasan Cina bahwa hasil positif tersebut disebabkan oleh kontaminasi makanan di hotel mereka.

Sebelas di antaranya dijadwalkan berenang di Paris.

Baca Juga: Manfaatkan Ilmu Olahraga untuk Pemulihan Cedera Hamstring

Insiden tersebut, yang diungkap pada bulan April oleh New York Times dan stasiun penyiaran Jerman ARD, memicu kegemparan global, dan otoritas anti-doping AS menuduh WADA menutup-nutupi hal tersebut.

Investigasi independen yang diawasi oleh pensiunan jaksa Swiss membebaskan lembaga tersebut dari segala kesalahan bulan ini.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: vnexpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X