Di sisi lain, Paris 2024 juga menjadi catatan baru di mana untuk kali pertama medali emas Tim Indonesia berasal dari dua cabang olahraga berbeda di luar bulutangkis.
“Sangat bersyukur ya. Kalau saya di CdM fokusnya di hilir. Yang hebat itu Veddriq, Rizki, Gregoria dan semua atlet, tim official, pengurus cabor, NOC Indonesia, Pemerintah, Kemenpora dan masyarakat yang telah mensupport. Berdasarkan data, memang hasilnya manis di akhir. Sesuai dengan kalimat good thing come to those who wait,” ujar Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie.
Selain itu, raihan dua emas satu perunggu sekaligus membawa Indonesia menempati peringkat 39 di klasemen perolehan medali. Hasil ini lebih baik dibanding pencapaian di Tokyo 2020 di mana Tim Indonesia menempati peringkat 55 di dunia.
Baca Juga: Arne Slot Bawa Gaya Baru, Larang Teknik Backheel di Latihan Liverpool
"Tentu untuk ranking Indonesia dari 55 ke-39 ini perubahan yang signifikan. Penantian 32 tahun dapat dua emas dan diraih dari cabang diluar badminton. Ini artinya olahraga Indonesia semakin besar dan disegani tidak hanya di badminton saja, tapi diluar badminton kita bisa mengalahkan dua negara besar Amerika Serikat dan Cina," jelasnya.
CdM Anindya berharap Tim Indonesia bisa meloloskan lebih banyak atlet dari berbagai cabang olahraga untuk membuka peluang raihan medali emas yang lebih besar.
"Dari 12 cabor yang terkualifikasi, kita dapat tiga medali dari tiga cabang olahraga. Tentu ini hasil yang manis. Untuk bisa masuk G-20 olahraga, paling tidak kita harus bisa meraih 5 medali emas. Tinggal kita cari tiga lagi," kata CdM Anindya.
Baca Juga: Matthijs de Ligt dan Noussair Mazraoui Tiba di Manchester United Siap Teken Kontrak
Evaluasi harus segera dilakukan, infrastruktur sudah ada dari Pak Jokowi dan tinggal dilanjutkan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden terpilih. Semoga semua stakeholder olahraga bisa bersatu dan meraih hasil lebih baik lagi di Olimpiade 2028 Los Angeles."
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani mengaku sangat bangga atas capaian medali emas yang diraih Rizki Juniansyah di Olimpiade Paris 2024. Ia percaya proses yang selama ini dijalani tidak akan mendustakan hasil yang diraih.
“Tentu hasil ini merupakan kerja keras dari banyak pihak, atlet, pelatih, pemerintah, NOC Indonesia, termasuk Marinir yang telah membantu kami, memfasilitasi latihan, juga masyarakat Indonesia untuk segenap doa dan suportnya kepada kami. Doakan kami semoga kami bisa kembali mencatatkan prestasi terbaik di Olimpiade Los Angeles 2028 nanti,” ujar Rosan.
Artikel Terkait
7 PemainTermahal di Hari Terakhir Bursa Transfer dalam Sejarah Sepak Bola, Nomor 1 Bukan pemain Top
Erick Thohir Tinjau Training Center Timnas Indonesia di IKN, Tampilannya Keren Habis
Barcelona Dihadapkan Masalah Finansial, Debut Dani Olmo Terancam Tertunda
Hasil Liga 1 2024-2024: Arema FC vs Dewa United Berlangsung Sengit, Terpaksa Berbagi Angka
Debut Impresif Rafael Struick di ADO Den Haag, Ada Peran Penting Mantan Pelatih PSM Makassar