Sportlinknews - Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Jawa Tengah menuntut KONI Jawa Tengah untuk mengganti kekurangan dana untuk TC PON 2024 sebesar Rp 900 juta.
Ketua Pengrov TI Jateng Grand Master Alex Harijanto mengatakan, meminta KONI Jateng mengganti dana yang telah dikeluarkan sesuai pengajuan serta RAB yang telah diberikannya.
"Kami akan kejar terus agar KONI Jateng mengganti kekuarangan dana yang telah dikeluarkan untuk TC PON 2024 sebesar Rp 900 juta. Kami diminta membuat RAB untuk diajukan ke KONI Jateng. Tapi hanya dibantu dana yang jumlahnya jauh dari kebutuhan yang kami ajukan. Itupun tidak ada komunikasi sebelumnya," kata Alex Harijanto.
Baca Juga: Tim Voli BHQ Kamboja Jalani Pelatihan di Sentul, Ketum KONI Pusat Apresiasi PP PBVSI
Dia berharap, KONI Jateng berkomitmen dan mengganti sepenuhnya dana talangan yang dikeluarkan Pengprov TI Jateng selama Pelatda tahun 2023 untuk babak kualifikasi PON 2024, termasuk try out ke Korea.
''Kami berharap, dana talangan ini bisa dikembalikan KONI Jateng,'' ujar Alex.
Dia menilai KONI Jateng harus transparan dan akuntabel dalam mengolah keuangan organisasi dari dana hibah pemerintah provinsi. Ketua KONI Jateng Bona Ventura tidak boleh lari dari tanggung jawab.
Baca Juga: Mosi Tak Percaya Kepada KONI Jateng, Pelatda PON 2024 Cabor Taekwondo Akan Bubar
"Jika tidak mampu lebih baik mundur," tandas Alex yang mengantar tim taekwondo Indonesia meraih tiga medali perak dan satu perunggu di Olimpiade Barcelona 1992.
Alex menekankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah dan Inspektorat Provinsi Jateng patut mengaudit ulang penggunaan dana hibah KONI Jateng tahun 2023.
Terutama dana yang disalurkan untuk cabang olahraga. Pasalnya, dalam penyaluran dana ke cabor KONI Jateng tidak transparan.
Baca Juga: Ketua KONI Pusat: Industri Olahraga Nasional Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri
"Model ini dilakukan KONI Jateng dalam penyaluran dana ke sejumlah cabor. Pengurus cabor tidak berani mengungkapkan masalah ini karena sebagian besar mereka masuk jajaran pengurus KONI Jateng," ungkap Alex.
Menurutnya, sistem penyaluran dana hibah ke cabor yang tidak transparan membuat prestasi Jateng merosot tajam pada PON Papua 2021. Apalagi menyisakan silpa hingga Rp 5 miliar lebih dari dana hibah tahun lalu sebesar Rp 85 miliar.
Artikel Terkait
Bahrain Klaim Waktu Gol Kontroversi ke Timnas Indonesia Lebih Cepat, Beda dengan FIFA
Timnas Indonesia Batal Menang atas Bahrain, Media Belanda Soroti Kontroversi Waktu Tambahan
Kabar Terkini Malik Risaldi Usai Berdarah di Laga Melawan Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026
Momentum Peringatan 69 Tahun Pertandingan Piala Eropa Pertama di Santiago Bernabeu
Inter Milan dan Kopron Perbarui Kemitraan yang Telah Dimulai Sejak 2022