GS Caltex terus mengejar melalui pertarungan tingkat tinggi. Ia perlahan-lahan mengumpulkan poin, tetapi ia menundukkan kepalanya setelah melakukan kesalahan di saat yang krusial.
Serangan dahsyat Jung Kwan Jang terus berlanjut. Blok dan pukulan-pukulannya akurat dan ia tidak kehilangan keunggulan. Serangan terakhir GS Caltex terus berlanjut.
Ia tidak menyerah mengejar dengan memanfaatkan kesalahan lawannya. Namun, ia menelan penyesalannya saat ia kalah di set kedua dengan skor 22-25.
Baca Juga: Kekuatan Megawati dan Banja Bukiric Diprediksi Jadi Badai V League Korea Musim Ini
Awal set ketiga merupakan pertarungan menyerang dan bertahan. Jung Kwan Jang dan GS Caltex tidak mundur sedikit pun, saling menyerang.
Namun, serangan Jung Kwan Jang mulai membara. Pada satu titik, ia memperlebar jarak menjadi skor ganda dan melanjutkan momentumnya.
GS Caltex menunjukkan hasrat yang membara untuk mengejar, tetapi tidak mampu menahan serangan ganas Jung Kwan Jang dan menundukkan kepalanya dengan menyesal di pertandingan pembuka.
Artikel Terkait
Lima Momen Ajaib Lionel Messi Bersama Inter Miami
Penampakan Pertama Jordan Stadium 91, Siluet Gaya Hidup Baru
MotoGP Australia: Marc Marquez Tampil Brilian, Asapi Jorge Martin dan Francesco Bagnaia
Forever Reds Donasikan Rp3 Miliar untuk Panti Anak di Wilayah Liverpool
Cabut dari Liverpool Jurgen Klopp Dapat Jabatan Baru yang Lebih Besar