ragam

IFSC Climbing World Cup 2025 di Bali: 30 Negara Siap Bertanding, Indonesia Incar Emas

Minggu, 9 Maret 2025 | 21:21 WIB
Pemanjat putra Indonesia, Veddriq Leonardo saat meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 lalu. (Naif Muhammad Al as)

SportlinkNews - Indonesia kembali dipercaya sebagai tuan rumah seri IFSC Climbing World Cup 2025. Ini merupakan penyelenggaraan keempat di Indonesia.

Bila sebelumnya penyenggaraan di gelar di Jakarta, kali ini Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memilih Bali sebagai tuan rumah perlombaan.

FPTI memilih venue di Peninsula Island, Nusa Dua, sebagai lokasi penyelenggaraan event prestisius tersebut. Rencananya piala dunia panjat tebing ini akan dihelat pada 2-4 Mei 2025.

Baca Juga: Orleans Masters 2025: Rehan/Gloria Harus Puas di Posisi Runner-up Lagi

Event Director IFSC Climbing World Cup, Prof. Robertus Robet, menjelaskan, FPTI sudah melakukan audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali menjamin akan mendukung penuh pelaksanaan piala dunia panjat tebing di Bali. 

Apalagi, panjat tebing pada Olimpiade Paris 2024 lalu sudah menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Selain itu, salah satu atlet Olimpiade Paris 2024 juga berasal dari Bali. Hal ini menambah semangat dan memotivasi Pemprov Bali serta masyarakat Bali untuk turut serta mendukung dan menyukseskan IFSC Climbing World Cup 2025 di Bali.

Baca Juga: AC Milan Alami Krisis Identitas, Mantan Direktur Soroti Kekacauan Manajemen

"Kami bahagia dan bersyukur Gubernur Bali I Wayan Koster bersedia all out dan full support untuk piala dunia panjat tebing di Bali," jelas Prof. Robet, Minggu (9/3/2025).

Sementara itu, Ketua Organizing Comitee IFSC Climbing World Cup Irjen Pol Herry Heryawan mengungkapkan, dipilihnya Peninsula Island, Bali sebagai lokasi sudah melewati berbagai pertimbangan.

Salah satunya karena Bali dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang memiliki keindahan panorama alam luar biasa.

Baca Juga: Lionel Messi Bikin MLS Takjub, Petinggi Liga Akui Dampaknya di Luar Nalar

Selain itu, infrastrukur pendukung di Nusa Dua Bali juga memiliki fasilitas bertaraf internasional guna mendukung penyelenggaraan event-event kelas dunia.

"Peninsula Island menawarkan pemandangan laut yang spektakuler menciptakan latar belakang ikonik yang memperkuat daya tarik event internasional. Hal ini sejalan dengan upaya kami bersama pemerintah mempromosikan sport tourism dan meningkatkan kunjungan wisatawan," ujarnya.

Kejuaraan ini akan diikuti oleh 30-an negara yang ambil bagian. Setiap negara, termasuk Indonesia, akan mengirimkan 10 pemanjat tebing.

Baca Juga: Jay Idzes Tampil Kokoh, tapi Umpan Panjangnya Dikritik Media Italia saat Venezia Ditahan Como

Indonesia sendiri akan menurunkan atlet terbaik. Misalnya Rajiah Salsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan peraih emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo.

Ia berharap pemanjat tebing Indonesia termasuk Desak Rita yang merupakan wakil tuan rumah, Bali, bisa berprestasi di Kejuaraan dunia kali ini.

"Semoga Indonesia keluar sebagai juara di rumah sendiri," katanya.

Pada tiga kali penyelenggaraan IFSC Climbing World Cup sebelumnya, semua digelar di Jakarta, tepatnya di Kawasan SCBD Jakarta dan Kompleks Gelora Bung Karno Senayan.

Tags

Terkini