SportlinkNews - Jeong Kwan-jang Red Sparks mengalahkan Pink Spiders 3-2 (25-20, 24-26, 36-34, 22-25, 15-12) pada gim keempat final Liga Voli Korea.
Hasil tersebut membuat skor menjadi imbang 2-2 dan membawa pertandingan ke game kelima untuk penentuan juara Liga Voli Korea 2024-25.
Pink Spider kalah telak di game ke-3 dan ke-4 saat mereka hampir memenangkan kejuaraan, dan pensiun Ratu Voli Korea, Kim Yeon-kyung juga ditunda berturut-turut.
Baca Juga: Kemenangan Ajaib Red Sparks, Sutradara Ko Hee-jin: Ayo Kita Pergi ke Incheon Bersama!
Megawati meledak dengan 38 poin, terbanyak dari semua tim, dan mengalahkan Pink Spiders, tempat Kim Yeon-kyung berjuang dengan 32 poin. Ledakan itu membuat media-media Korea mengupas kekuatan pukulan pevoli Indonesia itu.
Di set ke-5 terakhir, ketika Red Sparks tertinggal 7-10 dan tampak akan kalah, mereka menunjukkan kegigihan dengan mencetak 5 poin berturut-turut dengan Megawati di garis depan.
Megawati menjadi pusat dari comeback hebat, mencetak 6 poin di set ke-5 saja, termasuk match point. Segera setelah kemenangan itu, mereka membakar seluruh tubuh hingga meneteskan air mata.
Baca Juga: Pelita Jaya Waspadai Kebangkitan NS Matrix, demi Amankan Puncak Grup A BCL Asia-East 2025
Megawati, yang paling banyak memukul, menunjukkan semangat juang meskipun lutut kanannya sakit. Ia menguatkan lututnya yang sakit dan mencetak 40 poin di gim ke-3 dan 38 poin di gim ke-4.
Setelah kemenangan di gim keempat, pelatih Ko Hee-jin mengatakan lutut kanan Megawati tidak dalam kondisi baik. Ia bermain terlalu banyak dalam waktu yang singkat.
Meskipun demikian, ia menunjukkan serangan yang hebat di set kelima. Megawati benar-benar pemain hebat. Ia akan dikenang dalam sejarah V-League.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Peluang Timnas Indonesia U-17 Ke Piala Dunia
Megawati berkata, “Saya sangat senang kami menang. Saya sangat senang semua pemain bertahan meskipun kesakitan dan mampu menang.”