SportlinkNews - Ketua Badan Anti Doping Indonesia (IADO), Gatot S Dewa Broto terpilih sebagai Ketua Badan Anti Doping se-Asia Tenggara (SEARADO).
Penunjukkan tersebut berdasarkan hasil SERADO Board Meeting di Bangkok, Thailand, pada Jumat, 25 April 2025.
Ini pertama kalinya wakil Indonesia menjadi pimpinan di lembaga anti doping regional Asia Tenggara tersebut.
Baca Juga: Dibuang Manchester United, Antony Malah Antar Real Betis ke Zona Liga Champions
Atas penunjukkannya, Gatot mengatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dari para organisasi anti doping di regional Asia Tenggara ini.
"Ini sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi Indonesia, untuk kali pertama terpilih sebagai Ketua SEARADO. Mengingat Indonesia pernah dua kali berturut-turut terkena sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) pada akhir 2026 dan akhir 2021," katanya melalui pesan singkat.
"Tantangan besar sudah di depan mara, dan semoga seluruh lembaga anti-doping di Asia Tenggara lebih maju serta berkembang," imbuh Gatot.
Baca Juga: Misi Indonesia di Seri Pertama IFSC World Cup 2025, Veddriq ingin Pecah Rekor Dunia
Tugas pertamanya kemarin adalah menggelar rapat anggota untuk membicarakan kenaikan kontribusi keuangan negara-negara Asia untuk WADA. Kenaikan ini akan berlaku pada 2026 mendatang.
Kenaikan tersebut diberitahukan dalam pertemuan Task Force of Finance Committee of WADA Kawasan Asia, di Thailand, kemarin, 24 April 2025.
Perwakilan Indonesia dan Kuwait diundang oleh WADA sebagai pengamat.
Baca Juga: Hasil Liga 1: PSM Makassar Dibikin Malu Bali United di Depan Pendukungnya
Dalam pertemuan tersebut WADA menjelaskan bahwa Amerika Serikat akan menghentikan kontribusi keuangan mulai 2026, begitu juga dengan kontribusi dari Rusia yang sangat terbatas karena mereka masih disanksi.
Maka konsekuensinya, WADA akhirnya memutuskan untuk melakukan sejumlah efisiensi penggunaan anggarannya.
Selain itu, beberapa negara di Asia yang aktif, salah satunya Indonesia, diminta untuk menaikkan kontribusinya.
Baca Juga: Leicester City Degradasi, Jamie Vardy Putuskan Hengkang di Akhir Musim
Indonesia diminta untuk menaikan kontribusi sebesar 4,26% dari 36.836 Dolar Amerika pada tahun ini, menjadi 38.404 Dolar Amerika pada 2026.
Bukan hanya Indonesia, tetapi juga Thailand, Malaysia, dan Singapura. Thailand naik dari 107.741 Dolar Amerika naik menjadi 112.324 Dolar Amerika.
Lalu, Malaysia dari semula 82.945 Dolar Amerika menjadi 86.473 Dolar Amerika. Singapore dari 277.934 Dolar Amerika menjadi 289.758 Dolar Amerika.
Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Mengintip Kekuatan Inggris, Calon Lawan Pertama Indonesia
WADA mempersilakan para menteri olah raga atau yang mewakilinya memberikan tanggapan pada Asia/Oceania Intergovernmental Ministerial Conference on Anti-Doping di Dubai pada bulan Juni mendatang.
Hasil dari pertemuan tersebut, termasuk hasil dari kesepakatan SEARADO akan dilaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) segera.