SportlinkNews - Di tengah keterbatasannya, Anggi Wahyuda menyimpan semangat yang membara untuk bisa menaklukan Everest Base Camp, Nepal.
Ini bukan sekedar perjalanan mendaki semata, tetapi merupakan sebuah gerakan, 'Satu Langkah Lagi'. Anggi akan memulai perjalanannya pada 17 Mei nanti.
Gerakan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap langkah kecil memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Anggi sendiri merupakan pendaki disabilitas.
Ia ingin gerakan ini menjadi simbol perjuangan dan semangat pantang menyerah bagi ribuan anak muda Indonesia yang mungkin tak sempurna secara fisik.
Baca Juga: Indonesia Tunjukkan Keriusan untuk Berperan Lebih di Olahraga Global
Anggi, Rabu, 14 Mei 2025, diterima oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo di Kemenpora, Jakarta.
Turut mendampingi, Wamenpora Taufik Hidayat, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Tenaga Ahli Menpora Bidang Komunikasi Publik Mikha Tambayong.
Dalam sambutannya, Dito mengatakan rasa bangganya. Karena di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki Anggi, pemuda menurutnya memiliki mimpi yang luar biasa.
"Kami, pemerintah, sangat mendukung gerakan ini. Anggi membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar," ujar Dito.
Baca Juga: Final Coppa Italia, Milan Vs Bologna: Angka Bicara Sebelum Pertandingan
"Gerakan 'Satu Langkah Lagi' ini sangat menginspirasi, bukan hanya bagi penyandang disabilitas, tetapi juga untuk seluruh generasi muda Indonesia. Karena meski memiliki keterbatasan, tapi semangatnya tetap ada," tambahnya.
Dito pun mengundang anak-anak muda Indonesia untuk melakukan hal serupa, dan memastikan bila negara akan hadir memberikan dukungan konkret.
"Kita mengundang anak-anak muda untuk berani melangkah. Insya Allah negara akan hadir bersama kalian," tukasnya.
Wakil Menpora Taufik Hidayat yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan rasa kagumnya atas tekad Anggi. Dia bahkan sempat kaget dengan ambisi besar Anggi untuk bisa menaklukan Everest.
Baca Juga: Lupakan OnlyFans, Atlet Olimpiade Paris yang Terusir Kembali ke Kolam Renang
"Saya kaget juga melihat kemauan dan tekad Anggi. Ini benar-benar menjadi inspirasi, pemerintah akan selalu suport gerakan seperti ini," imbuh peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut.
Anggi dengan rendah hati pun mengatakan bahwa dirinya hanya ingin membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya.
"Saya ingin menjadi contoh bahwa mimpi itu untuk semua orang, tak terkecuali kami yang memiliki keterbatasan,” ucapnya.
Baca Juga: Pacers 'Back to Back', Tunggu Lawan di Final Wilayah Timur
Anggi sadar, jalan menuju base camp Everest tidak mudah. Tapi ia percaya, selama terus melangkah, sekecil apa pun langkah itu, ia akan sampai.
"Keberanian bukanlah tak punya rasa takut, tapi tetap bergerak meski takut. Meski hanya satu langkah, tapi ini bisa jadi awal dari perubahan besar," ucap Anggi.
Sebelumnya di Program Menembus Batas ini, Anggi sudah sukses menaklukan puncak Gunung Leuser di Aceh.