Ketika itu, ia dipaksa melepaskan kepemilikannya atas Chelsea dan klub kemudian dibeli oleh konsorsium yang dipimpin Clearlake Capital dan Todd Boehly dengan nilai 2,5 miliar poundsterling.
Baca Juga: Achmad Jufriyanto Pemain Persib Paling Beruntung, Cicipi Tiga Kali Pesta Kemenangan Maung Bandung
Pemerintah Inggris mengklaim bahwa Abramovich selama ini mendapat berbagai keuntungan dari hubungannya dengan pemerintah Rusia, termasuk potongan pajak, transaksi saham dengan negara, dan kontrak menjelang Piala Dunia 2018.
Oleh karena itu, dana hasil penjualan Chelsea dibekukan dalam rekening yang dikendalikan oleh perusahaan Abramovich, Fordstam.
Sejak saat itu, pemerintah Inggris terus berupaya mencapai kesepakatan agar dana tersebut disalurkan untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina.
Baca Juga: Beckham Putra Jadi Satu-satunya Wakil Persib di Timnas Indonesia, Ungkap 1 Janji ke Patrick Kluivert
Namun, hingga Maret 2025, belum ada titik temu.
Dalam waktu yang sama, Inggris melaporkan telah membekukan aset Rusia senilai 25 miliar poundsterling yang terkait dengan lebih dari 2.000 individu dan entitas sebagai bagian dari rezim sanksi.
Dampaknya diperkirakan merugikan perekonomian Rusia hingga 400 miliar dolar AS.