Saya tersenyum dan terus terbayang tawa Wina yang begitu rupa.
Wina pertama saya kenal ketika kami sama-sama ikut mwngawaki Majalah berita Fokus yang bermarkas di Cipete, Jakarta Selatan. Komandan kami Masmimar Mangiang. Ya, waktu itu tahun 1983-84.
Saya tak lama berada di Fokus, karena Bang Valens Goa Doy, Redaktur Olahraga Kompas memanggil saya kembali.
Saya kembali bertemu dan bersama Wina saat Bang Tarman Azam memimpin PWI dan meminta saya untuk menjadi Wakil Sekjen PWI.
Meski demikian, di banyak event saya sering berkomunikasi dengan Wina hingga akhirnya Mei 2025 menjadi pertemuan terakhir kami.
Saat ini, sahabat Wina telah menyatu dengan bumi. Wina sudah beristirahat dengan tenang.
Baca Juga: Semua Kebagian, Ini Hadiah Uang Piala Dunia Antarklub, Real Madrid Raup Paling Banyak
Selamat jalan sahabat, semoga Allah ampuni seluruh khilafmu, dan Allah tempatkan engkau di tempat terbaik.
Aamiin ya Rabb...