Para pakar hukum mengatakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan keterlibatan Son yang sebenarnya dan dampak jangka panjang skandal tersebut terhadap citra dan kariernya.
Namun, kenyataannya, Son masih bermain seperti biasa, terus bermain untuk klub dan tim nasionalnya.
Tidak ada tindakan disipliner atau skorsing yang diambil oleh staf pelatih maupun federasi, menunjukkan bahwa Tottenham dan timnas Korea Selatan masih memegang teguh kepercayaan mereka kepada kapten mereka.
Baca Juga: Coach Nova Sampaikan Pesan Menyentuh Jelang Timnas U-17 Indonesia vs Brasil di Piala Dunia
Karier Son Heung-min: Menutup Satu Bab, Membuka Bab Baru
Di tengah badai kehidupan pribadinya, Son tetap bungkam. Ia tetap memainkan musim terakhirnya bersama Tottenham Hotspur, mengakhiri perjalanannya selama lebih dari 10 tahun dengan gelar Liga Europa yang bersejarah.
Pada Agustus 2025, Son resmi meninggalkan Tottenham untuk bergabung dengan Los Angeles FC (AS) - sebuah kontrak senilai lebih dari 20 juta poundsterling.
Dalam konferensi pers perpisahan, ia hanya berkata: "Saya butuh awal yang baru. Terima kasih untuk segalanya."
Baca Juga: Ole Romeny Terpinggirkan di Oxford United, Ikuti Jejak Marselino Ferdinan?
Terlepas dari kontroversi yang ada, publik Korea tetap mendukung Son, banyak yang memujinya atas kebijaksanaan, ketenangan, dan kebersihan penanganannya.
Son kini telah menjalani debut yang impresif untuk LAFC, mencetak gol di pertandingan pertamanya dan mempertahankan sikap rendah hati seperti biasanya.
Lagipula, sang "superstar Asia" tetap memilih untuk menanggapi badai dengan senyum tipis dan gaya di lapangan - seperti yang telah ia lakukan sepanjang kariernya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)