SportlinkNews - Robinho, yang bernama lengkap Robson de Souza, pernah menjadi salah satu pesepak bola yang paling dinantikan.
Ia datang dari Santos, kemudian bermain untuk Real Madrid, Manchester City, dan AC Milan. Namun, hidupnya berubah kelam ketika ia terlibat dalam skandal seks yang serius.
Selama bertahun-tahun, Robinho dianggap sebagai salah satu ikon berbakat sepak bola Brasil.
Baca Juga: Wawancara Robinho di Penjara: Di Sini, Saya Bukan Bos
Dari penanganan teknisnya, kelincahan khasnya yang khas ala Samba, hingga kariernya yang membentang di Real Madrid, Manchester City, dan AC Milan, ia diharapkan menjadi "penerus Pele".
Namun, aura itu runtuh ketika nama Robinho dikaitkan erat dengan salah satu skandal kejahatan seks yang menggemparkan dunia sepak bola.
Insiden itu terjadi pada malam 22 Januari hingga pagi hari 23 Januari 2013 di klub malam Sio Cafe di Milan, Italia.
Saat itu, Robinho— yang saat itu bermain untuk AC Milan— dan sekelompok teman sedang menghadiri pesta di sana.
Baca Juga: Sujarwanto Nahkodai KONI Jateng, Wagub Pesan Begini
Menurut catatan investigasi, korban adalah seorang gadis Albania berusia 23 tahun yang dipaksa minum alkohol dalam jumlah besar hingga ia kehilangan daya tahan.
Saat hampir pingsan, kelompok Robinho melakukan penyerangan seksual berkelompok di ruang VIP.
Kesaksian dan bukti yang dikumpulkan kemudian, termasuk rekaman telepon, menggambarkan keseluruhan proses, yang memicu kemarahan publik Italia.
Baca Juga: Belanda 4-0 Lithuania: Kapten Virgil van Dijk Ukir Sejarah, Koeman Ungkap Hubungan Istimewa
Dalam sebagian dialog yang dikutip di pengadilan, Robinho bahkan mengatakan bahwa "ia sangat mabuk sehingga tidak tahu apa yang terjadi", sebuah pernyataan yang menjadi bukti penting yang memberatkannya.