SportlinkNews - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Kemenpora tengah melakukan deregulasi besar-besaran dengan mereview 191 aturan yang selama ini mengatur ekosistem olahraga nasional.
Hal tersebut disampaikan Erick dalam pertemuan dengan jajaran KONI, di mana ia meminta masukan langsung dari induk organisasi olahraga tersebut agar regulasi yang baru benar-benar berpihak pada seluruh stakeholder olahraga Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Erick menegaskan bahwa pembahasan tidak dilakukan secara spesifik pada satu regulasi tertentu, termasuk Permenpora Nomor 7 Tahun 2025, namun lebih pada keseluruhan upaya penyelarasan kebijakan.
Baca Juga: Usai Dibantai Thailand, Pelatih Akira: Ini Tanggung Jawab Saya dan Kami Harus Bangkit Lawan Singapura
"Yang pasti, salah satu yang saya sampaikan, kita meminta masukan mengenai deregulasi 191 aturan yang sedang kita jalankan. Jadi kami tidak bicara spesifik satu per satu aturan," ujar Erick di Gd KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa Kemenpora tidak ingin bertindak sebagai lembaga yang hanya mengeluarkan instruksi dari atas. Menurutnya, Kemenpora harus menjadi rumah yang mengayomi seluruh pelaku olahraga.
Hal ini juga tercermin dari langkah introspektif kementerian, termasuk pencabutan Permen 14 Tahun 2024 yang sebelumnya dianggap kontraproduktif.
Baca Juga: Pendapatan LALIGA Melejit, Hak Siar Tembus €6,135 Miliar
"Kami sedang mereview 191 regulasi, jangan sampai, ketika kami sedang membenahi aturan-aturan tersebut, justru keluar regulasi baru yang bertentangan dan menghambat," kata Erick.
Hal itu yang menurutnya dibahas bersama dengan KONI untuk mendapatkan masukan.
Program deregulasi tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2025. Setelah itu, Kemenpora akan membuka ruang diskusi dengan publik dan para pemangku kepentingan olahraga pada awal tahun berikutnya.
Baca Juga: Dibantai 0-8 oleh Thailand, Peluang Timnas Putri Indonesia ke Semifinal SEA Games Belum Tertutup
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan pertemuan tersebut.
"Kami sangat terbuka dengan pertemuan ini. Kami senang karena ada diskusi antara KONI dan Kemenpora mengenai bagaimana meningkatkan kerja sama ke depan," ucap Marciano.