ragam

Menpora: 21 Cabor Prioritas Akan Masuk Skema Elite Program, Tunggu SK Resmi

Jumat, 5 Desember 2025 | 00:06 WIB
Menpora Erick Thohir dalam forum pertemuan dengan jajaran pengurus KONI Pusat, di Gd. KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. (KEMENPORA)

SportlinkNews – Pemerintah tengah menyiapkan program besar penetapan 21 cabang olahraga prioritas yang akan masuk ke dalam skema Elite Program Kemenpora. 

Namun Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa daftar lengkap serta kriteria cabor prioritas baru akan diumumkan setelah surat keputusan resmi diterbitkan.

Erick menyebut program ini dirancang sebagai langkah modernisasi pendanaan olahraga Indonesia, mengikuti model negara maju seperti Inggris yang menerapkan pendanaan berbasis prestasi dan transparansi.

Baca Juga: Jay Idzes Masuk Radar Transfer AC Milan, Kontrak Sampai 2029 Jadi Kendala

"Nanti, suratnya keluar baru saya umumkan. Ini akan masuk ke program Elite, di mana pemerintah memberikan funding seperti di Inggris. Jadi ini harus dijaga, transparan, dan ada tolok ukur yang jelas," ujar Erick di Gd. KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.

Untuk memastikan pengelolaan anggaran negara berjalan akuntabel, Erick menyebut ia telah berdiskusi dengan Kejaksaan Agung dan BPKP agar sistem pendanaan cabor benar-benar memiliki standar evaluasi yang terukur.

Erick menegaskan bahwa tidak semua cabang olahraga otomatis mendapatkan pendanaan pemerintah penuh. Hanya cabang yang masuk daftar prioritas yang berhak menerima dukungan dari program Elite tersebut.

Baca Juga: Audi F1 Gandeng Platform Perjalanan Perk dan Visit Qatar sebagai Mitra Resmi Musim 2026

"Enggak semua cabor dibiayai, hanya beberapa, dan ada promosi-degradasi. Jadi bukan berarti 21 cabor itu aman, tapi pasti akan ada evaluasi," jelasnya.

Ia mencontohkan sistem di SEA Games 2025, di mana seluruh cabor tetap diberangkatkan, namun proses evaluasi akan menjadi dasar pembinaan ke arah kemandirian.

"Menuju apa? Mandiri. Kalau mandiri, ya targetnya harus jelas, bonusnya juga disesuaikan karena kondisi keuangan negara berbeda," tambah Erick.

Baca Juga: Islam Makhachev Tantang Kamaru Usman, Ali Abdelaziz Sebut Duel Paling Sulit

Tunggu Kepastian

Ketika ditanya apakah cabor berstatus industri seperti sepak bola, basket, dan voli akan tetap masuk daftar prioritas sesuai DBON, Erick menegaskan bahwa seluruh keputusan menunggu terbitnya surat resmi.

"Ya bisa saja tetap masuk. Tapi, nanti tunggu suratnya," ucapnya.

Melalui skema prioritas dan promosi–degradasi ini, pemerintah berharap nantinya ekosistem olahraga Indonesia bisa lebih profesional, berbasis kinerja, dan berkelanjutan, tanpa ketergantungan penuh pada APBN.

Tags

Terkini