SportlinkNews - Pemerintah mulai mematangkan konsep penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dengan pendekatan yang lebih realistis dan terukur.
Selain memastikan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap sebagai tuan rumah bersama, muncul opsi melibatkan provinsi lain sebagai pendukung pelaksanaan pertandingan.
Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai menerima Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman dan Sekjen KONI Ade Lukman, Kamis lalu, 19 Februari 2026.
Baca Juga: Indonesia dorong SEA Games 2027 Jadi Gerbang Kualifikasi Olimpiade LA 202
Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi persiapan menuju PON 2028.
Erick menegaskan, tidak akan ada pembangunan venue baru untuk pesta olahraga nasional tersebut.
Berdasarkan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, masih banyak fasilitas yang telah tersedia namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, fokus diarahkan pada optimalisasi sarana yang sudah ada, bukan penambahan infrastruktur baru.
Baca Juga: Final Four Sirna, bjb Tetap Bidik Penutup Manis Proliga 2026
Menurutnya, kebijakan tersebut juga sejalan dengan tren global. Banyak negara kini lebih berhati-hati secara ekonomi dalam menyiapkan multievent olahraga, agar tidak meninggalkan beban fasilitas mangkrak setelah ajang selesai.
"Karena itu, kami membahas kemungkinan NTT dan NTB bersama KONI menggelar Rakornas untuk mempertimbangkan penambahan provinsi tertentu sebagai supporting system," kata Erick kepada media di Kemenpora, Jumat, 20 Februari 2026.
"Tuan rumah tetap NTT dan NTB, tetapi beberapa pertandingan bisa menggunakan fasilitas di provinsi lain yang sudah siap," ucapnya.
Baca Juga: Marcus Rashford Keruk Uang Bisnisnya Jelang Kepindahannya dari Manchester United
Meski membuka peluang tersebut, Erick menekankan bahwa keputusan resmi masih menunggu rekomendasi dan penetapan dari KONI.
Ia belum menerbitkan surat keputusan karena payung hukum harus dipastikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun audit di kemudian hari.
Di sisi lain, Kemenpora tetap melakukan pemantauan terhadap kesiapan NTT dan NTB. Kendati tidak ada pembangunan baru, standar teknis dan kelayakan venue yang ada harus tetap dipenuhi.
Baca Juga: Juara Dunia F1 Lando Norris Melajang Lagi, Pembalap Williams Kaget
Erick juga menegaskan bahwa penunjukan NTT dan NTB bukan semata soal penyelenggaraan event, tetapi bagian dari strategi membangun ekosistem olahraga di Indonesia Timur.
Namun, ia mengingatkan agar pembiayaan tidak membebani APBD dan mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.