SportlinkNews - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, melayangkan dorongan kuat kepada PSSI. Ia mau federasi yang dipimpin Erick Thohir tersebut untuk mengambil langkah diplomasi yang lebih agresif terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Langkah proaktif ini dinilai sangat krusial guna memperjuangkan nasib Timnas Indonesia U-23 agar tetap memiliki peluang berlaga di ajang bergengsi Asian Games Nagoya 2026 mendatang. Saat ini, posisi sepak bola Indonesia sedang berada di ujung tanduk menyusul adanya regulasi baru yang membatasi partisipasi negara peserta di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Ketidakpastian ini muncul lantaran AFC menetapkan aturan ketat. 16 kuota peserta cabang olahraga sepak bola, baik putra maupun putri, harus berpatokan pada hasil Piala Asia U-23 dan Piala Asia Wanita.
Baca Juga: Duel Borneo FC vs Persib Jadi Ajang Pembuktian Mental Para Pemain
Situasi ini menjadi ganjalan serius bagi skuad Merah Putih. Hal tersebut lantaran Timnas Indonesia tidak lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2025 dan Piala Asia Wanita 2026, yang menjadi syarat utama.
Aturan baru tersebut merupakan hasil kesepakatan antara AFC selaku otoritas sepak bola di Asia dengan AINAGOC sebagai panitia penyelenggara, yang kemudian dijalankan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).
Menanggapi urgensi yang ada, Okto meminta PSSI untuk segera bersuara lantang. Upaya ini karena adanya kebijakan yang dianggap membatasi ruang gerak atlet nasional tersebut.
Baca Juga: George Russell Menangkan Balap Sprint Grand Prix China di Shanghai Taklukkan Duo Ferrari
"KOI mengimbau khususnya PSSI supaya proaktif dan menyuarakan secara lantang (soal penerapan aturan yang membuat Timnas Sepak Bola Indonesia tidak tampil di Asian Games 2026)," kata Okto.
Okto menekankan PSSI memiliki posisi tawar dan tanggung jawab moral sebagai pihak yang paling berkepentingan langsung dalam urusan teknis maupun prestasi sepak bola di Tanah Air.
“Harapan kami PSSI dapat menyuarakan kepentingan ini dengan lebih kuat, mengingat pihak yang paling berkepentingan dalam hal ini adalah federasi sepak bola," ucapnya.
Baca Juga: AC Milan Rilis Film Dokumenter Beyond The Magic, Kisah Inspiratif Sang Kapten
Di sisi lain, NOC Indonesia juga memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya paralel dengan menjalin komunikasi intensif bersama otoritas tertinggi olahraga di Asia.
Namun, Oktohari mengakui bahwa hingga detik ini belum ada sinyal positif dari pihak terkait mengenai perubahan atau pelonggaran aturan pembatasan jumlah peserta tersebut.