"Model ini dilakukan KONI Jateng dalam penyaluran dana ke sejumlah cabor. Pengurus cabor tidak berani mengungkapkan masalah ini karena sebagian besar mereka masuk jajaran pengurus KONI Jateng," ungkap Alex.
Baca Juga: Bernard van Aert Berpeluang Lolos ke Paris 2024
Menurutnya sistem penyaluran dana hibah ke cabor yang tidak transparan membuat prestasi Jateng merosot tajam pada PON Papua 2021.
"Aneh kenapa harus ada dana silpa. Sementara kebutuhan cabor kami tidak dipenuhi. Padahal taekwondo salah satu cabo utama Jateng. Walaupun cair, tidak seberapa jumlahnya, kebutuhan pembinaan jauh lebih besar," kata Alex Harijanto.
Alex makin heran ketika sekitar 500 atlet Pelatda Jateng dari 52 cabang olahraga mengikuti kegiatan character Building di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Selasa, 27 Februari 2024.
"Seharusnya dituntaskan dulu anggaran yang telah kami keluarkan sebelumnya. Character building pun tiap cabor berbeda tergantung tingkat kebutuhannya," tukasnya.
Besar harapan termasuk mewakili cabang olahraga lain di dalam kepengurusan KONI Jateng, Alex menyebutkan, anggaran pembinaan mandiri dikeluarkan untuk Pelatda dan persiapan Pra PON 2024 diganti sesuai jumlah total pengeluaran biaya.
"Kami sejujurnya kecewa dengan kegagalan demi kegagalan dalam beberapa ajang sebelumnya, terutama PON Papua 2021. Tentu, tidak ingin hasilnya mengecewakan lagi, jika dana pembinaan dikembalikan berani untuk Taekwondo target PON Aceh-Sumut, peringkat akhir 10 medali emas. Kita harapkan jajaran pengurus terbuka dan transparan dalam pengelolaan anggaran," ucapnya.
Bantahan KONI Jateng
Menanggapi isu transparansi anggaran ini, Ketua KONI Jawa Tengah Bona Ventura Sulistiana membantah ketidaktransparanan pengelolaan anggaran pembinaan. Pihaknya selalu terbuka menentukan penyusunan rencana pengelolaan dana termasuk melibatkan pengurus seluruh cabor.
"Kita transparan kok, proposal masuk langsung ditindaklanjuti dengan rapat internal. Anggaran untuk masing-masing cabang olahraga kan tidak sama semuanya, pasti disesuaikan dengan kebutuhan internal masing-masing tho," jelas Bona.
Bona Ventura memilih menolak berikan informasi panjang lebar terkait anggaran bagi pembinaan atlet lintas cabor. Dia menegaskan, semua mendapatkan sesuai porsinya, lebih baik fokus persiapan kompetisi. Hal itu justru akan menjatuhkan internal dan eksternal kepengurusan masing-masing, dapat menggangu persiapan para atlet meraih prestasi.
Bona juga mengatakan KONI Jawa Tengah akan melakukan audit pengelolaan keuangan terhadap cabang-cabang olahraga yang dananya bersumber dari KONI Jateng dan berasal dari dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2023.
Pelaksanaan audit akan dilakukan Badan Audit Internal (BAI) selama tiga hari Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, 28 Februari - 1 Maret 2024.