Melahirkan atlet juara membutuhkan jenjang panjang, mulai dari mengenal olahraga dalam konteks rekreasi di keluarga, di antara mereka yang menekuni akan masuk ke klub olahraga tertentu.
Selanjutnya mengikuti berbagai kompetisi mulai di tingkat akar rumput, kabupaten/kota, pekan olahraga provinsi, hingga yang paling tinggi adalah pekan olahraga nasional (PON), juara-juara pada PON merupakan atlet terbaik Indonesia yang akan mewakili Indonesia pada kompetisi internasional.
Kegiatan olahraga dalam meningkatkan pembinaan serta prestasi atlet terus digencarkan oleh KONI Pusat dengan harapan setiap tuan rumah dapat memanfaatkan momentum untuk Sport Tourism dan juga memiliki venue berstandar internasional yang kelak akan melahirkan atlet berprestasi serta kompetisi yang menjadi bagian Sport Tourism.
Baca Juga: FIFA Ambil Langkah Signifikan untuk Sepak Bola Wanita dan Atasi Isu Rasisme
Bicara tentang Sport Tourism dan Sport Industry, keduanya mencuri atensi Presiden RI Joko Widodo pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII 9 September 2020. Presiden RI mengamanahkan untuk mendorong Sport Industry dan Sport Tourism. Kegiatan olahraga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya masyarakat sekitar.
Beberapa terobosan kegiatan olahraga yang digelar oleh KONI Pusat diluar PON XXI Aceh-Sumut 2024 diantaranya KONI Pusat juga memiliki event olahraga lainnya seperti Indonesian Martial Art Games (IMAG)/ PON Bela Diri, Indonesian Youth Games/ PON Remaja, Indonesian Beach Games/ PON Pantai, PON Indoor.
Sebagai contoh, KONI Pusat bersama induk cabang olahraga bela diri telah berhasil menyelenggarakan Indonesia Martial Art Games (IMAG) pertama 2023 pada 22-31 Oktober. Pasca selesai, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa wilayahnya mengalami perputaran ekonomi senilai Rp12 miliar dari penyelenggaraan.
Baca Juga: Muncul Pengganti Mike Tyson Melawan Jake Paul, Begini Reaksi Penggemar Tinju
Selain itu KONI Pusat juga selalu memperjuangkan UMKM lokal, karya anak bangsa agar dicintai oleh masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, KONI Pusat membuat program dengan bekerja sama dengan KONI provinsi atau kabupaten/kota dan juga pihak lain, untuk memanfaatkan sarana yang ada untuk menjadi tempat produk dan jasa lokal dikenal masyarakat luas,
Berkaitan dengan itu, KONI Pusat telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tentang “Pengembangan Produk Koperasi, UMKM dalam Mendukung Olahraga Nasional” pada Rakernas KONI tahun 2022, tepatnya 13 September 2022.
Di akhir kesempatan wawancara, Ketum KONI Pusat mengajak jajaran CNN turut membantu dalam mensosialkan olahraga Indonesia sehingga semakin dicintai oleh Masyarakat.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Ingin Generasi Baru Real Madrid Dipimpin Jude Bellingham
“Olahraga merupakan salah satu cara kita mempersatukan bangsa, disaat pertandingan hadir itu sudah tidak ada yang namanya perbedaan, oleh karenanya mari kita gencarkan sosialisasi olahraga di Indonesia, melalui olahraga banyak aspek yang tentu akan meningkat,” pungkasnya.
Banyak yang dapat ditingkatkan untuk majunya olahraga di Indonesia. Tak kalah penting jika membahas Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) 2023 dengan nilai 0,327 (skala 0-1) / 32,7% dari target 37%. Pada 2045 diharapkan 70%, Mewujudkan Indonesia Bugar. Keinginan masyarakat Indonesia berolahraga harus ditingkatkan.
Indeks tersebut memperhatikan beberapa hal penting seperti sumber daya manusia olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, performa dan partisipasi.