ragam

Indonesia Torehkan Sejarah di Paralimpiade 2024, 14 Medali Jadi Modal Menuju Los Angeles

Kamis, 12 September 2024 | 09:00 WIB
Kontingen Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan untuk meraih prestasi di Paralimpiade 2024. (npc indonesia)



SportlinkNews - Kontingen Indonesia menorehkan sejarah dengan meraih 14 medali pada Paralimpiade Paris 2024. Torehan ini menjadi modal menggapai prestasi pada Paralimpiade Los Angeles 2028.

Kontingen Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan untuk meraih prestasi di Paralimpiade 2024. Raihan satu medali emas, delapan medali perak dan lima medali perunggu menjadi sejarah baru bagi Indonesia.

Raihan 14 medali merupakan yang terbanyak dalam keikutsertaan Indonesia di Paralimpiade. Pada Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, Indonesia meraih dua emas, tiga perak dan empat perunggu.

Baca Juga: Jadwal Lengkap PON 2024 Wilayah Sumut, Kamis 11 September: Sejumlah Pertandingan Menarik Tersaji

"Alhamdulillah, apa yang kita sampaikan saat acara pengukuhan dan pelepasan untuk mengukir sejarah, sekarang teman-teman membuktikan bisa mengukir sejarah di Paralimpiade 2024," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Dito Ariotedjo, dalam acara penyambutan kontingen Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (10/9/2024) sore.

"Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih sudah mengukir sejarah, menorehkan prestasi dan yang paling penting kalian sudah menjadi Inspirasi, khususnya bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia, bahwa ketika kita punya semangat, kita masih bisa," lanjut Dito Ariotedjo.

Raihan 14 medali ini menjadi semangat bagi kontingen Indonesia menuju Paralimpiade 2028. Dito Ariotedjo optimis Indonesia bisa membuat sejarah baru di Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca Juga: Klasemen Medali PON XXI Aceh-Sumut: Jatim Masih Kokoh di Puncak, Sumut dan Aceh Bersaing

Deretan cabang olahraga yang belum meraih medali pada Paralimpiade 2028 bisa dipoles lagi. Ada Paralympic Training Center di Delingan, kabupaten Karanganyar, yang bisa digunakan untuk mempersiapkan diri.

"Training Center di Karanganyar baru terlihat bentuknya, tetapi semangatnya sudah berbuah prestasi. Apalagi menuju 2028, training center sudah dipakai, jadi saya rasa bukan hal yang mustahil lagi. Saya yakin kedepan prestasi Paralimpiade kita bisa lebih besar dan lebih masif lagi," jelas Dito Ariotedjo.

Boccia menjadi salah satu cabang olahraga yang membuat kejutan pada Paralimpiade 2024. Gischa Zayana, Muhammad Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha dan Muhammad Bintang Satria Herlangga bisa mempersembahkan dua perak dan dua perunggu dalam debutnya di Paralimpiade.

Baca Juga: Putra-Putri DKI Jakarta Bertemu Jatim dan Jabar di Semifinal Beregu Tenis Meja

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Menpora karena selalu mengizinkan boccia untuk mengikuti single event guna mencari poin agar bisa masuk Paralimpiade dan akhirnya sekarang berbuah medali. Itu hal yang luar biasa," ucap Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun.

Keberhasilan boccia bisa menjadi inspirasi bagi cabang olahraga yang lain untuk mengejar tiket lolos ke Paralimpiade 2028. Chef de Mission (CdM), Reda Manthovani, berharap ada banyak atlet dari berbagai cabor yang rutin diberi kesempatan untuk mengikuti event internasional.

Halaman:

Tags

Terkini

Model Terpanas Ivana Knoll Jebol gawang Inggris

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:02 WIB