Di sisi lain, Menpora Dito juga menyebut jika Peparnas ke-17 Solo menjadi penutupan yang manis bagi perjalanan panjang Kemenpora beserta Pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen untuk terus memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, menjadi lebih tangguh, dan maju bersama demi Indonesia Raya.
Baca Juga: Melalui Sport Science, Atlet SKODI Ditarget Kemenpora Tembus Paralimpiade
Meski demikian, Menpora Dito menyebut bahwa perjalanan ini tidak berhenti di sini. Keberlanjutan semangat inklusivitas yang telah dibangun melalui PEPARNAS XVII harus diteruskan oleh pemerintahan yang akan datang.
"Para atlet difabel, yang saya sebut sebagai “Para Juara, adalah bukti bahwa olahraga harus menjadi hak semua orang, tanpa terkecuali. Mari kita bersama-sama memastikan bahwa inklusivitas ini tetap menjadi bagian integral dari kebijakan olahraga nasional di masa depan," tuturnya.
"Saya ingin mohon maaf jika selama menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga masih ada yang kurang sempurna, masih ada ekspektasi rekan-rekan yang belum terimplementasi menjadi kolaborasi," pungkasnya.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Junior 2024: Dua Medali Perunggu di Nomor Perorangan, Ini Kata Rionny
Pada Peparnas ke-17 Solo 2024 ini, Jawa Tengah tampil sebagai Juara Umum dengan mengoleksi 157 emas, 117 perak dan 119 perunggu. Ini menjadi gelar ke-enam setelah diraih pada edisi 1957, 1959, 1984, 2008, dan 2012 lalu.