"Dia tanya, kenapa visamu lima tahun? Gue jawab, ya elu tanya aja Kedubes di Jakarta. Eeeee dia marah," kisah Barce.
Menurut Ponti, bukan jawaban Barce yang bikim petugas itu marah, tapi caranya dan gaya slengean (sok nyentrik) Barce yang buat ditersinggung.
Belum kering omongan Ponti, koper Barce diobrak-abrik petugas bea cukai. Ya, begitu ketika ditanya bawa apa saja, Barce seenaknya nyeletuk bawa ganja. Memang dia ngucapinnya pake bahasa Indonesia, dia pikir sang petugas tidak ngerti.
Meski akhir bisa lolos tanpa sanksi apapun, kisah Barce ini membuat perasaan saya dan teman-teman campur aduk.
Baca Juga: Tes MotoGP Sepang: Alex Marquez Kalahkan Bagnaia 0,007 Detik, Quartararo Tembus 1:56
Hari ini, saat tulisan ini saya buat dari hotel Mutiara di Riau, tempat diselenggarakannya HPN 2025, sahabat Barce Nazar sedang dalam proses pemakaman. Ya, hari ini, Sabtu (8/2/25) sahabat saya, Barce Nazar telah berpulang.
Tugasnya sebagai manusia telah sampai pada garis akhir. Selamat jalan sahabat, semoga Allah Sang Khalik mengampuni seluruh khilafmu, menerima iman islammu, dan menempatkanmu di tempat terbaik...
Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu
*Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan kepadanya, dan ampunilah dosanya"
Aamiin ya Rabb....
Selamat jalan sahabat....