Piala Dunia 2026: Gol Telat Merino Antar Spanyol Singkirkan Belgia, Tantang Prancis di Semifinal

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:37 WIB
Sayap kanan Spanyol, Lamine Yamal saat tampil di babak perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles, Sabtu, 12 Juli WIB. Spanyol 2-1 menang atas Belgia untuk kunci tiket ke semifinal.
Sayap kanan Spanyol, Lamine Yamal saat tampil di babak perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles, Sabtu, 12 Juli WIB. Spanyol 2-1 menang atas Belgia untuk kunci tiket ke semifinal.

SportlinkNews - Spanyol kembali membuktikan mengapa mereka menjadi salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.

La Roja mengakhiri perlawanan sengit Belgia dengan kemenangan dramatis 2-1 pada laga perempat final di Los Angeles, Sabtu, 12 Juli 2026 WIB, berkat gol telat Mikel Merino yang memastikan tiket menuju semifinal menghadapi Prancis.

Kemenangan ini mengantarkan Spanyol ke babak semifinal sekaligus menjaga peluang mengulang kesuksesan mereka saat menjadi juara Piala Dunia 2010.

Baca Juga: Alex Rins Mulai Mengincar Kursi Balap di WorldSBK 2027

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal.

Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola, tetapi Belgia mampu memberikan perlawanan efektif lewat serangan balik dan permainan langsung yang beberapa kali merepotkan lini belakang La Roja.

Skuad asuhan Luis de la Fuente langsung mengambil alih kendali permainan. Rodri menjadi motor pengatur tempo, sementara Lamine Yamal terus menjadi ancaman di sisi kanan serangan.

Baca Juga: Deretan Pembalap dan Mobil F1 Bakal Tebar Pesona di Goodwood Festival of Speed ​​2026

Peluang pertama lahir melalui tendangan bebas setelah Yamal dijatuhkan Leandro Trossard. Bola sempat menciptakan kemelut di depan gawang Belgia sebelum tembakan Rodri diblok Zeno Ngoy.

Spanyol juga sempat meminta hadiah penalti ketika tendangan voli Alex Baena diduga mengenai tangan Ngoy di kotak terlarang. Namun, wasit Michael Oliver memilih membiarkan pertandingan berlanjut.

Di tengah tekanan bertubi-tubi, Belgia perlahan menemukan ritme. Kevin De Bruyne mulai aktif mengalirkan bola, sementara Charles De Ketelaere beberapa kali menguji ketangguhan lini belakang Spanyol yang dipimpin Aymeric Laporte.

Baca Juga: Xabi Alonso Memulai Perannya sebagai Pelatih Chelsea di Cobham

Setelah beberapa peluang terbuang, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30.

Dani Olmo menerima umpan tarik Pedro Porro dan melepaskan tembakan rendah yang ditepis Thibaut Courtois. Bola muntah langsung disambar Fabian Ruiz untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Keunggulan tersebut nyaris bertambah lewat aksi individu Yamal. Penyerang muda itu memaksa Courtois melakukan penyelamatan penting dari tendangan bebas yang mengarah ke sudut gawang.

Baca Juga: Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Kemenpora Bidik Transformasi

Namun, Belgia menunjukkan karakter pantang menyerah. Pada menit ke-41, Timothy Castagne mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Charles De Ketelaere.

Penyerang Belgia itu mengalahkan Pau Cubarsi dalam duel udara dan mengakhiri rekor 649 menit tanpa kebobolan yang sebelumnya dibukukan Spanyol sepanjang turnamen.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum meski La Roja menguasai jalannya pertandingan.

Baca Juga: Kemenpora Susun Formula Baru Ukur Kontribusi Ekonomi Event Olahraga

Memasuki babak kedua, Spanyol kembali meningkatkan intensitas serangan. Yamal sempat mencetak gol pada menit ke-49 setelah menerima umpan matang Cubarsi, tetapi dianulir karena lebih dulu terjebak offside.

Belgia tidak hanya bertahan. Maxim De Cuyper hampir membalikkan keadaan ketika melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang hanya mengenai jaring samping gawang.

Melihat pertandingan mulai berjalan seimbang, Luis de la Fuente memasukkan Pedri dan Ferran Torres menggantikan Alex Baena serta Fabian Ruiz.

Baca Juga: Kehadiran Kerim Memija di Persija Buka Opsi Taktis Bagi Skuat Asuhan Shin Tae-yong

Belgia merespons dengan tiga pergantian pemain sekaligus, termasuk memasukkan Romelu Lukaku untuk menambah daya gedor.

Tempo pertandingan semakin terbuka. Mikel Oyarzabal hampir membawa Spanyol kembali unggul lewat tembakan yang berubah arah, tetapi Courtois kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan gemilang.

Meski menguasai statistik dengan lebih dari 400 operan, Spanyol tetap kesulitan menembus rapatnya pertahanan Belgia. Sebaliknya, Setan Merah mampu memanfaatkan setiap peluang transisi untuk mengancam.

Baca Juga: Jelang Duel Spanyol vs Belgia, Romelu Lukaku: Kami Telah Mempersiapkan Diri dengan Baik

Momen krusial terjadi pada menit ke-67 ketika Courtois terjatuh sambil memegangi paha kirinya.

Kiper Real Madrid itu sempat mencoba melanjutkan pertandingan, tetapi akhirnya harus digantikan Senne Lammens lima menit kemudian. Courtois meninggalkan lapangan dengan wajah penuh kekecewaan.

Pergantian itu menjadi titik balik pertandingan. Spanyol semakin agresif mengepung pertahanan Belgia yang terus dipaksa bertahan di area sendiri.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Al Jazeera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X