SportlinkeNews - Musim keempat turnamen Milklife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026 kembali digelar, kini dengan jangkauan yang lebih luas.
Kompetisi sepak bola putri usia dini ini akan berlangsung di delapan kota besar di Pulau Jawa, dengan Malang dan Bekasi menjadi dua kota tambahan dalam kalender baru tahun ini.
Turnamen untuk kategori Kelompok Umur (KU) 10 dan 12 ini dimulai dari Kudus, tempat lahirnya MLSC, dan akan berlanjut ke kota-kota lainnya seperti Semarang, Surabaya, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Jakarta.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menyatakan bahwa perkembangan turnamen ini sangat menggembirakan sejak digelar pertama kali.
Baca Juga: Persebaya Terus Matangkan Taktik Menjelang Kick Off Super League 2025/26
"Sejak pertama kali digelar pada 2023, kami melihat peningkatan signifikan, baik dari kuantitas peserta maupun kualitas kemampuan individu. Konsistensi penyelenggaraan turnamen yang berkualitas menjadi kunci keberhasilan MLSC sebagai wadah pembinaan bagi pemain muda," ujar Teddy dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis lalu, 31 Juli 2025.
Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini kini menjadi bagian dari program pengembangan sepak bola putri akar rumput (grassroots development) yang terstruktur.
"Dari festival ‘Senang Soccer’ di KU-8 yang memperkenalkan sepak bola secara menyenangkan, lalu MLSC di KU-10 dan 12, hingga Piala Pertiwi untuk U14–U16, kita telah memiliki jenjang pembinaan yang jelas,” tuturnya.
Baca Juga: ASEAN Womens Championship 2025: Indonesia Memanggil Pemain Naturalisasi Belanda untuk Lawan Vietnam
Turnamen MLSC ini pun, ujar Teddy, telah terbukti mencetak talenta nasional.
Tiga pemain hasil pantauan langsung dari MLSC, yakni Albianca R., Kesya A. M. Nian, dan Ayla D. K. Ahisma, kini resmi bergabung ke dalam skuad Timnas Putri U-16 yang akan berlaga di ASEAN U-16 Girls' Championship 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 Putri 2026.
Sementara itu, Clea Abelia, jebolan MLSC kategori KU-12 asal Jakarta, turut mencuri perhatian lewat penampilannya di turnamen internasional JSSL 7’s Singapura 2025, bahkan sempat mencetak gol di laga melawan tim tuan rumah.
"Kalau suka sepak bola, enggak ada alasan untuk enggak ikut turnamen ini. Bisa ikut All Star, bahkan berkesempatan tampil ke luar negeri. Saya harap bisa masuk timnas," kata Clea antusias.
Baca Juga: Jelang Super League 2025/26 Pelatih Divaldo Alves Bilang PSBS akan Membuat Semua Orang Kaget
Tahun ini, MLSC juga melakukan penyesuaian regulasi teknis seiring meningkatnya kualitas peserta. Khususnya di KU-12.
"Panjang dan lebar lapangan ditambah dua meter. Selain itu, tendangan langsung dari kick-off tak lagi diizinkan. Bola harus dua kali menyentuh sebelum boleh diarahkan langsung ke gawang," jelas Teddy lagi.
Pemilihan kota seperti Malang dan Bekasi didasarkan pada besarnya populasi dan sejarah panjang kota tersebut dalam sepak bola, untuk menjaring lebih banyak bibit unggul.
Komite Eksekutif PSSI yang membidangi sepak bola putri, Vivin Cahyani, memberikan apresiasi tinggi kepada Djarum Foundation sebagai penggagas MLSC.
Baca Juga: Kabar Buruk Bagi Jakmania: Ryo Matsumura Bakal Jalani Operasi dan Istirahat Panjang, Persija Siapkan Penggantinya
"Dari 23 pemain Timnas U-16, ada tiga yang terjaring lewat MLSC di usia 12-13 tahun. Ini bisa jadi cikal bakal ‘Claudia Schuemann’ baru. Turnamen seperti ini membuktikan pentingnya pembinaan dari usia dini," katanya.
PSSI, menurut Vivin, mendukung penuh dengan memberi rekomendasi aturan dan wasit, agar sejalan dengan roadmap sepak bola nasional.
"Kami juga tengah fokus mencetak pelatih wanita. Saat ini ada 75 pelatih putri yang sedang mengikuti program lisensi D, dengan dukungan beasiswa," tambahnya.
Terkait perluasan ke luar Pulau Jawa, Teddy menyatakan pihaknya masih mengevaluasi berdasarkan hasil turnamen seperti Piala Pertiwi di Samarinda, Palembang, Denpasar, dan Jayapura.
Baca Juga: Duel Persib vs Western Sydney Wanderers Jadi Uji Coba Menantang bagi Luciano Guaycochea dan Uilliam Barros
"Kami lihat dulu progres di Jawa. Tapi ekspansi ke luar pulau adalah target jangka menengah kami," tukas Teddy melanjutkan.
Asisten pelatih dari SD Kalisari Jakarta, Yudistira Andika, mengungkap pentingnya dasar teknik bagi pemain usia dini. Menurutnya, hal sederhana itu harus terus di lakukan berulang sampai anak-anak putri itu merasa bisa melakukannya.
"Hal-hal mendasar seperti passing, kontrol, bertahan, dan cara menyerang terus kami ulang. Tapi yang paling penting adalah menanamkan motivasi dan mental percaya diri, agar mereka berani tampil," jelasnya.