SportlinkNews - Los Angeles Lakers memasuki musim panas dengan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.
Kekalahan menyakitkan dari Oklahoma City Thunder di semifinal Wilayah Barat bukan hanya menutup perjalanan mereka di Playoff NBA 2026, tetapi juga membuka babak baru yang penuh ketidakpastian mengenai masa depan LeBron James.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah NBA, seorang pemain mampu bertahan hingga musim ke-23.
Baca Juga: Thailand Open 2026: Thalita Rebut Tiket Babak Kedua, Intanon Jadi Ujian Berikutnya
LeBron melakukannya di usia 41 tahun, tetap menjadi pusat permainan Lakers, sekaligus mempertahankan level performa yang sulit dipercaya untuk pemain seusianya.
Namun kini, setelah kontraknya memasuki penghujung dan Lakers tersingkir usai disapu Thunder 4-0, pertanyaan terbesar mulai menggantung di Los Angeles: apakah LeBron masih akan kembali?
Kekalahan 110-115 di Gim 4 di Crypto.com Arena awal pekan ini terasa berbeda. Tidak sedikit yang menilai laga tersebut bisa menjadi penampilan terakhir LeBron dengan seragam Ungu dan Emas.
Baca Juga: Wembanyama Menggila, Spurs Dorong Timberwolves ke Ujung Tanduk
Presiden Operasi Bola Basket sekaligus General Manager Lakers, Rob Pelinka, memilih memberi ruang penuh kepada sang megabintang untuk menentukan arah hidup dan kariernya sendiri.
"LeBron telah memberikan begitu banyak kepada organisasi ini. Prioritas kami sekarang adalah memberinya waktu untuk menentukan keputusan berikutnya," tutur Pelinka.
Lakers sadar mereka tidak sedang berbicara tentang pemain biasa. Selama delapan musim bersama franchise asal California tersebut, LeBron bukan hanya menjadi wajah tim, tetapi juga simbol stabilitas di tengah berbagai perubahan roster dan era.
Baca Juga: Real Madrid Masuki Tahap Akhir Pemulangan Jose Mourinho
Musim lalu, LeBron mengambil opsi pemain senilai 52,6 juta dolar AS demi kembali menjalani musim ke-23.
Keputusan itu menjadi yang pertama sepanjang kariernya. Walau sempat absen 14 pertandingan, ia tetap mencatat rata-rata 20,9 poin, 6,1 rebound, dan 7,2 assist per gim.
Di playoff, kontribusinya bahkan meningkat menjadi 23,2 poin per pertandingan.
Baca Juga: Jumlah Klub Full Granted Club Licensing AFC Bertambah, I.League Klaim Standar Kompetisi Meningkat
Meski demikian, LeBron belum memberikan sinyal jelas mengenai masa depannya. Pensiun tetap menjadi kemungkinan. Begitu pula bertahan semusim lagi di Lakers atau mencoba petualangan baru bersama tim lain.
Spekulasi langsung bermunculan. Cleveland Cavaliers dan Golden State Warriors kembali disebut sebagai destinasi potensial jika LeBron memutuskan meninggalkan Lakers.
"Saya punya banyak waktu sekarang. Ketika saatnya tiba, kalian akan tahu keputusan saya," kata LeBron usai eliminasi dari playoff.
Baca Juga: Persib Kehilangan Tiga Pilar Penting di Laga Krusial Melawan PSM Makassar
Di tengah ketidakjelasan tersebut, Lakers mulai bergerak menyusun fondasi masa depan. Salah satu nama yang dipastikan masuk rencana jangka panjang adalah Austin Reaves.
Pelinka secara terbuka menyebut Lakers ingin mempertahankan guard berusia 27 tahun itu sebagai bagian inti tim musim depan.
Reaves baru saja menyelesaikan musim terbaik dalam kariernya dengan rata-rata 23,3 poin dan 4,7 rebound. Nilainya melonjak drastis dibanding kontrak empat tahun senilai 53,8 juta dolar AS yang ia tandatangani sebelumnya.
Baca Juga: Pep Guardiola Ogah Terjebak Drama VAR Arsenal
Dengan opsi pemain senilai 14,9 juta dolar AS untuk musim depan, Reaves diperkirakan akan menolak kontrak tersebut demi mengejar nilai pasar yang jauh lebih tinggi di free agency.
"Ia memulai perjalanan di sini dan ingin terus menjadi bagian dari Lakers. Kami pun merasakan hal yang sama," ujar Pelinka.
Nama Reaves sendiri sempat muncul dalam rumor besar terkait potensi pertukaran untuk memburu Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee Bucks.
Baca Juga: Hansi Flick Beri Peringatan Lamine Yamal Terkait Pengibaran Bendera Palestina
Namun laporan dari The Athletic menyebut Luka Doncic meminta Lakers untuk tidak memasukkan Reaves dalam skenario trade apa pun.
Doncic disebut ingin tetap bermain bersama guard yang musim ini berkembang menjadi salah satu motor ofensif Lakers.
Kini Lakers berada di persimpangan besar. Mereka menunggu keputusan LeBron, menjaga Reaves, dan tetap membuka peluang membangun era baru bersama Doncic.
Artikel Terkait
LeBron James Siap Comeback, Lakers Bidik Peningkatan Performa di NBA Cup 2025/26
Bertahan Hampir Dua Dekade, Rekor Luar Biasa LeBron James Terhenti
LeBron James di Persimpangan Karier, Los Angeles Lakers Siap Buka Pintu Musim ke-24
LeBron James Puji Langkah Cleveland Cavaliers Rekrut James Harden, Sinyal ‘Win Now’
LeBron James Lampaui Rekor Tembakan Kareem Abdul-Jabbar di NBA