Dampak Puasa Ramadan Terhadap Performa Olahraga

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 27 Februari 2025 | 06:30 WIB
Bpemain sepak bola dan atlet lainnya, dampak puasa Ramadan terhadap performa olahraga perlu dipertimbangkan.   (journal.aspetar.com)
Bpemain sepak bola dan atlet lainnya, dampak puasa Ramadan terhadap performa olahraga perlu dipertimbangkan. (journal.aspetar.com)

Sebagian besar Muslim secara otomatis mengubah frekuensi makan mereka menjadi dua kali makan: satu sebelum matahari terbit (Sahur) dan yang lainnya setelah matahari terbenam (Iftar).

Dengan demikian, perubahan besar dalam gaya hidup selama Ramadan dimulai dengan peralihan asupan makanan (dan cairan) dari siang hari ke malam hari.

Karena pola ini terus berlanjut selama 30 hari ke depan, terdapat peningkatan risiko kekurangan gizi dan energi pada atlet yang aktif.

Baca Juga: Sukses Jalani Operasi Kedua, Jorge Martin Ditakdirkan Melewati Balap Pembuka MotoGP Thailand

Selama bulan Ramadan, tantangan bagi atlet Muslim untuk mengonsumsi makanan sehat menjadi lebih sulit karena baru dibolehkan makan saat matahari terbenam (buka puasa).

Dalam budaya Muslim modern, buka puasa terdiri dari makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam, yang belum tentu sehat bagi individu 'normal', apalagi bagi atlet.

Penelitian yang menganalisis kandungan gizi buka puasa telah menemukan bahwa nilai kalorinya hampir setara dengan dua kali makan.

Dengan demikian, total asupan kalori harian selama bulan Ramadan dapat dipertahankan, meskipun kekurangan gizi telah didokumentasikan, mengingat pilihan makanan tidak bervariasi.

Baca Juga: Red Sparks Makin Meradang, Park Eun jin Merintih Susul Bukilic yang Tumbang

Untuk mendorong pola makan sehat di kalangan atlet selama bulan Ramadan, pelatih dan penyelenggara olahraga harus menganjurkan atlet untuk mengonsumsi makanan bervariasi yang kaya akan profil makronutrien (misalnya karbohidrat, protein, dan lemak) dan tinggi nutrisi yang penting untuk kinerja dan pemulihan yang optimal.

Sebisa mungkin, makanan harus berukuran sedang dan diberi jarak secara berkala untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi.

Makan lebih sedikit sebelum dan sesudah latihan juga dapat membantu meningkatkan asupan kalori, menjaga performa, dan membantu pemulihan.

Terakhir, jika ada kesempatan, memindahkan tempat latihan dari rumah tempat rencana diet ketat dapat ditawarkan dapat meningkatkan asupan makanan.

Baca Juga: MotoGP Thailand 2025 Siap Digelar, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia Sama-sama Pernah Menang di Sirkuit Chang

HIDRASI
Atlet yang berpuasa selama Ramadan juga tidak boleh minum air putih di siang hari.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: aspetar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X