Tujuan yang baik bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, praktis, terikat waktu, memotivasi, dan paling baik jika dibagikan dengan orang lain.
Tujuan juga dapat dibagi menjadi tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta menjadi tujuan proses, hasil, dan kinerja.
Keterampilan Mental #4: Pengaturan Emosi
Siapa sangka olahraga dapat menghasilkan begitu banyak emosi yang berbeda? Emosi-emosi ini dapat menghasilkan banyak respons yang berbeda, yang bisa fungsional maupun disfungsional.
Baca Juga: Menang Telak atas West Ham, Pelatih Chelsea Puji Pemainnya yang Berpegang pada Game Plan
Mari kita ambil contoh kemarahan – kemarahan bisa fungsional bagi seorang atlet jika memotivasi atau membangkitkan semangatnya untuk pertandingan, tetapi di lain waktu, kemarahan bisa menjadi disfungsional jika seorang atlet marah terhadap keputusan wasit.
Jika emosi seorang atlet tetap disfungsional, hal itu dapat mengakibatkan kartu kuning dan berdampak negatif pada performanya.
Ketika emosi seorang atlet saat ini disfungsional, mereka harus mengubah emosi mereka menjadi emosi yang lebih diinginkan yang mengharuskan mereka menggunakan strategi regulasi emosi.
Ini melibatkan penggunaan strategi secara otomatis atau disengaja untuk menginisiasi, mempertahankan, memodifikasi, atau menampilkan emosi. Strategi-strategi ini dapat bersifat hedonis atau instrumental.
Keterampilan Mental #5: Relaksasi
Olahraga bisa terasa menegangkan dan intens; olahraga dapat menyebabkan berbagai macam pikiran berkecamuk di kepala dan menimbulkan ketegangan di tubuh.
Ketika hal ini terjadi, seberapa sering Anda mundur selangkah dan bersantai? Yang saya maksud bukan relaksasi di mana Anda mengangkat kaki dan bersantai di sofa sambil menikmati secangkir teh, melainkan relaksasi yang sedikit berbeda.
Relaksasi yang saya maksud dapat digunakan untuk mengurangi gairah fisik (misalnya, ketegangan otot, mual, gemetar, dll.) dan kecemasan (misalnya, stres, kekhawatiran, keraguan, dll.) sekaligus meningkatkan fokus kita pada tugas-tugas tertentu.
Strategi untuk melakukan hal ini dapat dikategorikan sebagai fisik atau mental.
Baca Juga: Peluncuran Liga 4 Kota Depok Catat Sejarah Baru dalam Sepak Bola Nasional
Strategi relaksasi fisik meliputi latihan pernapasan dan relaksasi otot progresif, sedangkan strategi relaksasi mental meliputi meditasi kesadaran dan latihan autogenik.
Artikel Terkait
Penelitian Membuktikan Dampak Fisik Atlet Padel, Ini yang Patut Anda Ketahui
Menerapkan Teknologi dalam Latihan Bola Voli
Buka Turnamen Gateball Internasional Ketum KONI Pusat Dorong Digelarnya Sport Tourism
Spekulasi Transfer Thom Haye, Persib Bandung Jadi Kandidat Terkuat
Persija Ditahan Malut United, Mauricio Souza Soroti Drama dan Kartu Merah