Pencegahan Serangan Jantung Mendadak pada Atlet

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:28 WIB
Ilustrasi seseorang mengalami serangan jantung saat berolahraga.
Ilustrasi seseorang mengalami serangan jantung saat berolahraga.

Secara historis, atlet dengan kondisi jantung kerap dilarang kembali bermain berdasarkan panduan yang kaku. Namun, studi Lampert dan penelitian lain menunjukkan bahwa beberapa atlet jika ditangani dan dipantau dengan tepat dapat kembali berolahraga tanpa risiko berlebihan.

Baca Juga: Arema FC Tambah Tenaga Baru untuk Memperkuat Skuat Jelang Putaran Kedua Super League 2025/26

“Pengambilan keputusan bersama mengubah proses dari larangan menyeluruh menjadi percakapan yang disesuaikan, mempertimbangkan toleransi risiko, tujuan, dan opsi pengobatan atlet,” jelas Lampert.

Lampert menekankan, meski ada kemajuan, masih terdapat banyak celah pengetahuan, terutama pada penyakit jantung keturunan yang jarang. Penelitian lebih lanjut sangat penting untuk memperluas bukti ilmiah dan menyempurnakan protokol kembalinya atlet ke lapangan.

“Tujuan kami adalah mendukung dokter dan pasien dalam mengambil keputusan kompleks ini,” kata Lampert.

“Ini tentang menggabungkan ilmu pengetahuan, penilaian risiko, dan otonomi, di mana ketiganya sama-sama penting.”

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X