Panduan Aman Mengenalkan Lari pada Anak Sejak Dini

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 25 Januari 2026 | 23:50 WIB
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera saat lari. (Pexels.com/Daniel Reche)
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera saat lari. (Pexels.com/Daniel Reche)

SportlinkNews - Berlari bersama anak bisa menjadi cara menyenangkan untuk menghabiskan waktu sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah: pada usia berapa anak sebenarnya aman dan siap untuk mulai berlari?

Sayangnya, jawabannya tidak sesederhana menentukan angka usia tertentu. Ada sejumlah prinsip yang perlu dipahami orang tua sebelum mengajak anak berlari secara rutin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak berusia 5 hingga 17 tahun untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi setidaknya 60 menit setiap hari. Aktivitas tersebut idealnya bersifat aerobik, seperti berlari, bersepeda, atau bermain aktif.

Baca Juga: PSIM Waspadai Persebaya dengan Pelatih Barunya, Van Gastel: Ini akan Jadi Laga yang Berbeda

Selain itu, anak juga dianjurkan melakukan latihan penguatan otot dan tulang minimal tiga kali dalam sepekan. Bentuknya bisa beragam, mulai dari olahraga kontak, sprint, hingga latihan beban ringan yang sesuai dengan usia.

Pada masa kanak-kanak awal, sebagian besar aktivitas fisik dilakukan secara tidak terstruktur, seperti berlari cepat, melompat, dan bergerak ke berbagai arah saat bermain. Hal ini menunjukkan bahwa secara dasar, anak memiliki kekuatan untuk mulai berlari.

Namun, terdapat perbedaan penting antara aktivitas bermain anak dan lari jarak jauh. Lari jarak jauh menuntut aktivitas berkelanjutan dalam waktu lama, sementara permainan anak biasanya terdiri dari ledakan gerak singkat yang diselingi waktu istirahat.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A: Duel Juventus vs Napoli Tersaji di Pekan ke-22

Perlu diingat, anak bukanlah versi mini dari orang dewasa. Tubuh mereka mengatur suhu dengan cara berbeda dan lebih rentan mengalami panas berlebih. Maka dari itu, asupan cairan dan jeda minum harus menjadi perhatian utama saat anak berolahraga.

Perbedaan lain terletak pada sifat aktivitas fisik anak yang umumnya berbasis permainan, bukan latihan formal. Bermain bebas tidak hanya membantu anak memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan motorik dan kemampuan sosial.

Berlari tentu bukan aktivitas yang buruk bagi anak. Namun, kegiatan ini sebaiknya tidak menggantikan seluruh waktu bermain bebas mereka.

Baca Juga: Olahraga Rutin Bisa Bikin Otak Lebih Muda

Lalu, bagaimana cara membangun kebiasaan lari yang aman bagi anak?

Langkah awal sebaiknya berfokus pada durasi, bukan jarak. Orang tua bisa memulai dengan lari selama lima hingga sepuluh menit, bahkan kurang, disertai jeda berjalan. Durasi tersebut dapat ditingkatkan secara perlahan dalam beberapa pekan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X