Metode lari dan jalan bergantian juga bisa diterapkan, misalnya satu menit berlari lalu satu menit berjalan. Cara ini membuat aktivitas lebih menyenangkan sekaligus membantu anak mengatur suhu tubuhnya.
Baca Juga: Hancurkan Torino Setengah Lusin Gol, Como Melangkahi Juventus
Peningkatan beban latihan perlu dilakukan secara bertahap. Menambah jarak atau durasi lari lebih dari sekitar 10 persen dalam 30 hari dapat meningkatkan risiko cedera. Karena itu, sebaiknya tetap berada di bawah ambang tersebut.
Orang tua juga disarankan memberi ruang bagi anak untuk memimpin. Biarkan mereka menentukan kapan ingin berlari, berjalan, atau berhenti. Variasikan jenis olahraga agar lari bukan satu-satunya aktivitas fisik yang mereka lakukan.
Tujuan utamanya bukan mencetak pelari Olimpiade, melainkan membangun kebiasaan aktif sepanjang hidup. Mulailah perlahan, ikuti sinyal dari anak, dan jika mereka tidak menikmati lari, carilah alternatif aktivitas lain yang lebih mereka sukai.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Ini Sepatu Lari yang Tepat untuk Semua Jenis Pelari, Menurut Para Profesional
Topi Lari Terbaik Tahun 2025, Cocok untuk Wanita Kepala Kecil
Rahasia Performa Runners: Pola Makan Tepat Sebelum dan Setelah Lari
Cedera Lari: Simetri Kekuatan Pinggul untuk Kesehatan Kaki
Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui