Bukan Sekadar Otot, Otak Juga Menentukan Berat-Ringan Olahraga

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 26 Januari 2026 | 23:02 WIB
Trail running atau lari lintas alam di dataran tinggi.
Trail running atau lari lintas alam di dataran tinggi.

“Bergantung pada amplitudo dan frekuensi getaran, kita bisa merangsang atau justru menghambat neuron di sumsum tulang belakang,” kata Pageaux.

Baca Juga: Layvin Kurzawa Resmi Berseragam Persib Bandung

“Selain itu, getaran yang berlangsung lama mengubah reaktivitas spindel neuromuskular dan memengaruhi sinyal yang dikirim ke otak.”

Dengan kata lain, perubahan informasi yang diterima otak membuat persepsi gerakan dan tingkat usaha ikut berubah. Peserta merasa aktivitasnya lebih ringan, padahal otot mereka sebenarnya bekerja lebih keras.

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian mengenai getaran tendon masih berada pada tahap awal.

Baca Juga: Sassuolo 1-0 Cremonese: Jay Idzes Cs Bikin Emil Audero Meringis

“Ini belum diuji dalam lomba maraton, baru pada latihan bersepeda singkat selama tiga menit,” ujar Pageaux. “Namun, ini adalah pertama kalinya efek tersebut ditunjukkan pada jenis latihan seperti ini.”

Tahap berikutnya, tim peneliti akan mendalami lebih jauh apa yang terjadi di otak. Mereka berencana menggunakan teknik seperti elektroensefalografi (EEG) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mengamati bagaimana getaran tendon memengaruhi aktivitas otak saat tubuh bekerja keras.

Selain itu, mereka juga meneliti efek sebaliknya, yakni bagaimana rasa sakit dan kelelahan dapat meningkatkan persepsi usaha dan membuat aktivitas fisik terasa semakin berat.

Baca Juga: PP ALTI Gelar Rapat Kerja Perdana, Fokus Keamanan dan Pengembangan Atlet

Pada akhirnya, rangkaian penelitian ini bertujuan mengembangkan metode yang dapat menurunkan persepsi usaha, sehingga mendorong individu yang kurang aktif untuk lebih sering berolahraga.

“Dengan memahami lebih baik bagaimana otak menilai hubungan antara usaha dan imbalan yang dirasakan saat berolahraga, kami berharap bisa mendorong aktivitas fisik yang lebih rutin,” kata Pageaux.

“Dan kita semua tahu betapa pentingnya tetap aktif bagi kesehatan dan kesejahteraan.”

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X