Regangkan otot perlahan hingga terasa ketegangan
Kontraksikan otot selama 6–8 detik
Rileks, kemudian lakukan gerakan aktif sekitar 10 detik (melompat, gerakan gunting)
Baca Juga: Casemiro Menarik Minat Inter Miami, Jadi Pemain ke-28 yang Bermain dengan Ronaldo dan Messi
4. Peregangan Balistik
Peregangan aktif dengan impuls, misalnya menendang kaki, heel-to-buttocks, atau ayunan lengan. Otot yang dikontraksikan menyebabkan peregangan pada otot lawan. Hati-hati, metode ini bisa menimbulkan refleks protektif dan risiko cedera jika dilakukan sembarangan.
5. Peregangan Kontraksi-Relaksasi (CR / CRE) atau Peregangan Miotensif
Otot dikontraksikan, dilepas, lalu diregangkan kembali:
Peregangan pasif hingga posisi ekstrem
Kontraksi otot 6–8 detik
Rileks 2–3 detik
Peregangan tambahan 6–8 detik
Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan fleksibilitas.
Baca Juga: Manny Pacquiao Naik Ring Lagi, Lawannya Mantan Juara Dunia Kelas Super Ringan
Hal penting lain, hindari peregangan saat otot cedera atau dalam kondisi terlalu kaku, tunggu pemulihan. Namun, setelah olahraga, lakukan minimal pendinginan. Banyak nyeri punggung berasal dari otot ischios yang kaku.
Melalui metode yang tepat, fleksibilitas bukan hanya bisa dipertahankan, tapi juga meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera di lapangan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
5 Peregangan Teratas yang Harus Anda Lakukan Sebelum Berjalan
Efek Peregangan Statis pada Kekuatan Otot dan Hipertrofi
Haruskah Peregangan Sebelum Berolahraga? Setelahnya? Tidak Boleh? Berikut Ini yang Perlu Anda Ketahui
Bagaimana Pesepak Bola Menceritakan Kisah Melalui Perhiasan
Ilmuwan Klaim Pesepak Bola Profesional Sebenarnya Iindividu yang Super Pintar