Iblis kita emosional, menimbulkan kecemasan, dan berfokus pada "bagaimana jika", "bisa saja", dan "seharusnya".
Suaranya mungkin seperti "jangan sampai ketinggalan", "apa yang kau pikirkan, dasar bodoh!" atau "Seharusnya saya mencetak gol." Hal ini berkaitan dengan performa yang lebih buruk.
Pertama-tama, penting untuk mengetahui berbagai bentuk self-talk dan menyadari cara Anda berbicara kepada diri sendiri. Langkah selanjutnya adalah menyempurnakan cara Anda berbicara kepada diri sendiri dan meningkatkan volume suara malaikat Anda.
Baca Juga: Persis Solo Ditahan Imbang PSBS Biak, Peter de Roo Akui Kecewa
Keterampilan Mental #2: Citra Mental, teater mental kita
Citra mental juga disebut visualisasi atau latihan mental.
Ini melibatkan penciptaan atau penciptaan ulang pengalaman yang kaya sensorik dalam pikiran kita, menggunakan semua indera kita (penglihatan, rasa, suara, penciuman, dan sentuhan) untuk membuat pengalaman itu serealistis dan sejelas mungkin – hampir seperti sedang memainkan teater dalam pikiran kita.
Pengalaman ini dapat melibatkan seorang atlet yang memvisualisasikan dirinya melakukan tugas tertentu di lingkungan tertentu.
Mereka dapat menggunakan gambaran dari penampilan yang sukses di masa lalu atau membangun skenario di masa depan dan menjalaninya langkah demi langkah dengan menyelesaikan setiap keterampilan dengan sempurna.
Baca Juga: Jordi Amat Senang Kembali Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025
Citra mental adalah teknik yang ampuh untuk meningkatkan performa.
Otak menganggap pengalaman imajinasi sebagai nyata, sehingga mengirimkan sinyal listrik seperti saat atlet benar-benar melakukan keterampilan tersebut.
Hal ini juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, dan memungkinkan atlet untuk berlatih kembali saat cedera.
Keterampilan Mental #3: Menetapkan Tujuan, Peta Jalan Kita
Setiap atlet ingin menang, tetapi banyak atlet datang berlatih, menyelesaikan sesi yang telah direncanakan pelatih, lalu pulang.
Dengan demikian, mudah untuk menjalani latihan dan satu musim penuh dengan niat ingin menang, tetapi tanpa tujuan atau arahan tentang caranya.
Baca Juga: Memahami Science di Balik Bola Voli
Menetapkan tujuan dapat menjadi peta jalan untuk memandu kita dari posisi kita saat ini ke posisi yang kita inginkan. Tujuan dapat memberi kita arahan, tujuan, fokus, motivasi, dan cara yang jelas untuk mengukur kemajuan kita.