SportlinkNews - Penerapan teknologi dalam kegiatan olahraga sudah tidak asing lagi. Sport science menjadi bagian yang tidak bsa dilepaskan dari aktivitas olahraga modern.
Sebut saja dalam dunia balap sepeda di mana elemen ban sepeda ternyata juga memegang peran penting untuk membuat laju sepeda semakin cepat dan mudah diarahkan.
Belum lama ini pabrikan ban Continental, DT Swiss dan Swiss Side telah bermitra untuk mengembangkan Aero 111 – ban balap jalanan aerodinamis tubeless yang dirancang khusus untuk roda depan.
Baca Juga: Kalahkan Persib, Borneo FC Tertahan di Pintu Keluar Stadion, Tolak Gunakan Baracuda
Pertama kali terlihat di Tour de France namun kini resmi diluncurkan, desainnya memiliki rongga pada tapak ban.
Rongga tersebut berfungsi sebagai generator pusaran (vortex generators), yang membantu udara tetap menempel di roda depan, guna meningkatkan efisiensi dan pengendalian aero.
Continental mengatakan ban ini juga akan memberikan keunggulan kompetitif bagi pengendara yang menggunakan roda dari merek lain.
Baca Juga: Pelatih Persib Akui Tim Asuhannya Melakukan Kesalahan Saat Berhadapan dengan Borneo FC
Ban Continental Aero 111 memiliki 48 rongga yang terletak di dalam tapak, yang disebut sebagai vortex generators.
Vortex generators tersebut dimaksudkan untuk membantu mengontrol aliran udara saat melewati ban depan dan roda.
Dikembangkan bersama spesialis aerodinamis Swiss Side, dan menggunakan roda DT Swiss untuk memodelkan performa.
Baca Juga: Piala AFF U19: Sikat Timor Leste, Timnas U-19 Indonesia Catat Rekor Sempurna
Pola tersebut dikatakan dapat menghambat aliran udara, menciptakan lapisan batas yang lebih turbulen (lapisan udara yang paling dekat dengan permukaan pelek).
Udara kemudian dikatakan tetap melekat pada rim lebih lama, menunda pemisahan aliran dan, pada gilirannya, memaksimalkan ‘efek berlayar’.