“Saat ini, itu masih jadi prioritas saya. Kalau nanti melatih di tempat lain, saya tunggu saja,” ungkap Evan Dimas.
Evan Dimas yakin, sepak bola bukan sekadar soal menang kalah atau taktik, tapi soal keindahan.
“Kalau sepak bola cuma kasar dan berisik, nggak ada yang mau nonton,” ungkapnya.
Maka dari itu, Evan Dimas membawa sesuatu yang nggak biasa ke tempat latihan: tari.
Baca Juga: Tiga Provinsi Ini Jadi Kampiun di Seleknas Sepak Takraw Piala Menpora 2025
“Dari tari, saya belajar gerak dan membuat bentuk. Saya nggak bisa tari, tapi waktu lihat murid-murid Sanggar Saraswati tari, saya merasa ada unsur yang bisa diaplikasikan ke sepak bola,” ungkap Evan Dimas bersemangat.
Ia mencontohkan tari khas Tulungagung, Reog Kendang, dengan tabuhan drumnya yang bertenaga, yang ia samakan dengan latihan "rondo" – latihan mengoper bola di bawah tekanan.
Evan mencontohkan Brasil sebagai inspirasi – di mana sepak bola dan tari menjadi satu. “Sepak bola adalah seni. Bukan hanya soal memukul atau menendang,” tegas Evan Dimas.
Baca Juga: MotoGP Belanda di TT Assen Jadi Momentum Emas Francesco Bagnaia untuk Naik Podium Utama
Pensiunnya Evan Dimas membuat banyak penggemar di Indonesia patah hati. Sebuah video viral memperlihatkan Evan Dimas terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Kondisi Evan Dimas ini mendapat perhatian khusus dari Sofie Imam Faizal, asisten pelatih kebugaran timnas Indonesia.
“Saya dengar Evan Dimas sudah meninggalkan dunia sepak bola. Padahal, dia memang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Sekarang, Evan Dimas memutuskan untuk bergabung dengan SSB Saraswati," kata Sofie Imam Faizal.
Menurutnya itu pilihan yang sangat positif. Dengan apa yang dimilikinya sebagai pemain, dia bisa menularkannya ke generasi penerus, khususnya para pemuda di Tulungagung. Apalagi di daerah-daerah terpencil seperti ini.
Baca Juga: SIWO PWI Kaltara Awards II 2025 Apresiasi Insan Olahraga Berprestasi, Berikut Daftar Penerimanya
Sofie menilai, yang dibutuhkan sepak bola Indonesia saat ini adalah sistem pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Kehadiran Evan Dimas sebagai pelatih lokal diharapkan bisa membawa angin segar dan sangat mendukung pembinaan pemain muda di Tulungagung.
“Pembinaan pemain muda di Tulungagung sebenarnya masih berkembang dengan baik, hal ini ditunjukkan melalui ajang-ajang Persatuan Sepak Bola Daerah (Askab) yang rutin digelar. Namun, dengan hadirnya Coach Evan, saya rasa ini akan semakin mewarnai dan meningkatkan kualitas pembinaan,” lanjut Sofie.