SportlinkNews - Proses pencarian pemain diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia dipastikan masih terus berjalan.
Sejak resmi menangani skuad Garuda, John Herdman mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan banyak pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Indonesia di masa depan.
Menurut pelatih asal Kanada tersebut, proyek Timnas Indonesia saat ini bukan hanya tentang memperkuat skuad untuk turnamen jangka pendek, tetapi juga membangun tim yang mampu bersaing menuju FIFA World Cup 2030.
Baca Juga: Nama Pep Guardiola akan Diabadikan pada Tribun Utara Stadion Etihad
Herdman mengungkapkan pihaknya sudah memantau dan berdiskusi dengan lebih dari 16 pemain diaspora sejak dirinya tiba di Indonesia. Proses pendekatan itu disebut masih terus berlangsung dan melibatkan banyak pihak.
"Saya sudah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora. Kami terus memantau, berdiskusi, dan berbicara tentang masa depan Timnas Indonesia," ujarnya.
Ia menilai proyek Timnas Indonesia memiliki daya tarik besar bagi pemain diaspora karena menawarkan kesempatan mencatat sejarah baru bagi sepak bola nasional.
Baca Juga: Joao Ferrari Bawa Motivasi Tinggi ke Kandang Dewa United Demi Tiga Poin Kemenangan
Herdman menyebut banyak pemain keturunan tertarik dengan peluang menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia tampil di Piala Dunia.
"Bagi mereka, ini kesempatan menjadi bagian dari sejarah. Mereka bisa menjadi pemain pertama yang membawa Indonesia ke Piala Dunia," tambahnya.
Meski membuka pintu lebar bagi pemain diaspora, Herdman menegaskan pembangunan Timnas Indonesia tidak akan sepenuhnya bergantung pada naturalisasi atau pencarian striker keturunan semata.
Baca Juga: Pep Guardiola Resmi Berpisah dengan Manchester City Tinggalkan 20 Trofi dalam Satu Dekade
Ia justru ingin membangun identitas tim yang mampu mencetak gol dari berbagai posisi di lapangan.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlalu terpaku pada kebutuhan seorang penyerang tengah murni. Herdman ingin semua pemain memiliki mentalitas menyerang dan keberanian menciptakan peluang.
"Kami ingin membangun tim di mana semua pemain percaya bahwa mereka bisa mencetak gol, tidak hanya penyerang tengah," tegasnya.
Herdman bahkan menyinggung kemungkinan Indonesia tidak langsung menemukan sosok striker kelas dunia dalam waktu dekat. Karena itu, ia memilih fokus membangun sistem permainan yang membuat seluruh lini aktif membantu serangan.
Baca Juga: Arung Jeram Resmi Kembali Masuk PON 2028, NTT Jadi Tuan Rumah Pertandingan
Ia mencontohkan pengalamannya saat menangani Timnas Kanada, ketika beberapa pemain bintang seperti Alphonso Davies dan Jonathan David muncul secara alami dalam proses perkembangan tim.
"Pemain besar mungkin datang, mungkin juga tidak. Karena itu kami harus menyiapkan tim agar tetap bisa berkembang tanpa bergantung pada satu sosok," jelas Herdman.
Selain itu, Herdman juga menekankan pentingnya fokus pada proses dibanding terlalu jauh memikirkan hasil akhir. Ia mengaku menerapkan pendekatan serupa saat sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia.
Baca Juga: Jonatan dan Ubed Gugur di Perempat Final, Indonesia Pulang Tanpa Gelar di Malaysia
Menurutnya, Timnas Indonesia harus menjalani setiap pertandingan dengan fokus penuh tanpa terbebani target besar di depan.
"Kami harus fokus satu pertandingan demi satu pertandingan. Kalau mentalitas dan prosesnya benar, hasil akan mengikuti," ucapnya kemudian.