timnas

Tolak Bergantung pada Striker, John Herdman Mau Semua Pemain Timnas Indonesia Cetak Gol

Senin, 25 Mei 2026 | 17:41 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman saat memberikan keterangan mengenai persiapan TC bertahap timnas jelang Piala AFF 2026, di Madya Senayan, Jakarta, 22 Mei 2026. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara tegas menepis opini publik yang menyebut skuad asuhannya sangat membutuhkan sosok striker murni. Ia menilai persoalan utama bukan terletak pada ketiadaan penyerang tengah nomor sembilan di dalam tim.

Herdman menilai hal krusial yang saat ini mendesak untuk ditingkatkan adalah produktivitas gol dari seluruh sektor permainan. Ia menginginkan setiap penggawa Timnas Indonesia memiliki kemampuan untuk membobol gawang lawan tanpa memandang posisi asli mereka di lapangan.

Oleh karena itu, Herdman menekankan pentingnya insting ofensif yang merata di dalam tim agar tidak ada ketergantungan berlebih pada lini depan. Melalui pendekatan taktik terbarunya, ia berharap para pemain dari lini belakang hingga tengah memiliki keberanian untuk mengesekusi peluang menjadi gol.

Baca Juga: Ini Dia Tiga Nama Calon Pengganti Giorgio Furlani di AC Milan

"Saya terus mendengar ‘Indonesia tidak punya penyerang tengah’, tapi tanggapan saya adalah solusinya adalah mengubah pola pikir para pemain. Semua orang harus ingin menyerang dan mencetak gol," kata Herdman.

"Indonesia membutuhkan mentalitas di tim bahwa semua orang bisa mencetak gol dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol. Baik Anda bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya, kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak orang yang percaya mereka bisa masuk ke area mencetak gol," Herdman menambahkan.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam, Herdman menyoroti gaya permainan anak asuhnya yang dinilai cenderung terlalu berhati-hati sebelum dirinya datang. Menurutnya, aliran bola dan skema permainan Timnas Indonesia dianggap terlalu monoton dan kurang memberikan tekanan ke area pertahanan lawan.

Baca Juga: Fabregas: Como Tembus Liga Champions, Kiper Timnas Emil Audero Terdegradasi

"Indonesia dalam kampanye sebelumnya bagi saya terlalu pasif. Terlalu pasif. Bertahan, transisi, bertahan, transisi. Bagi kami, kami membutuhkan lebih banyak pemain yang berpikir ‘plus satu’, overload, gelandang tengah, bek tengah, bek sayap yang berusaha menembus barisan pertahanan," ucapnya.

"Jadi saya pikir mereka bermain sangat baik di dua pertiga lapangan, tetapi di sepertiga akhir, ada celah besar. Kami akan menutup celah itu di pemusatan latihan ini," ia melanjutkan.

Herdman bersikap sangat realistis mengenai potensi munculnya penyerang kelas dunia yang instan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia sadar betul proses regenerasi pemain berbakat memerlukan waktu yang tidak sebentar, terutama menjelang target besar menuju Piala Dunia 2030.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: FIFA Setuju Tim nasional Iran Pindah Markas ke Meksiko

Dibandingkan berharap pada faktor keberuntungan, Herdman memilih fokus memaksimalkan potensi materi pemain yang tersedia dalam pemusatan latihan saat ini. Penerapan strategi baru dan penguatan aspek psikologis pemain dipandang sebagai langkah konkrit yang jauh lebih rasional serta berdampak jangka panjang.

"Karena seorang (Erling) Haaland mungkin tidak akan jatuh dari langit dalam empat tahun ke depan, mungkin saja. Di Kanada, Jonathan David muncul begitu saja, Tajon Buchanan, Alphonso Davies, hal itu bisa terjadi. Namun, di beberapa negara, hal itu mungkin tidak terjadi," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini