Kehadiran Megawati menarik perhatian penggemar voli di Korea Selatan, meningkatkan popularitas liga dan timnya.
Megawati menjadi inspirasi bagi pemain muda dan penggemar voli di Indonesia, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kemampuan, seseorang bisa meraih kesuksesan di kancah internasional.
KOVO mengakui pentingnya Megawati sebagai pemain asing dan menyatakan akan membahas masa depannya setelah musim ini berakhir.
Baca Juga: Atlet ADHD Butuh Waktu Lebih Lama untuk Pulih dari Gegar Otak
Namun, kini popularitas Liga Voli Korea kembali anjlok. Penggemar Megawati- terutama dari Indonesia- kompak cabut dari media sosial Red Sparks maupun KOVO setelah sang idola tidak memperpanjang kontraknya.
Dengan tingginya animo suporter Indonesia selama Red Sparks diperkuat oleh Megawati Hangestri, Liga Voli Korea 2025-2026 akan berbeda dibandingkan musim sebelumnya.
Selain hilangnya penggemar asal Indonesia, turunnya pamor Liga Voli Korea tak lepas dari berkurangnya ketertarikan pemain asing untuk mengikuti try out pemain asing non Asia yang dilaksanakan oleh KOVO.
Baca Juga: Reaksi Hansi Flick Tak Terduga saat Barcelona Juara La Liga 2024-25 di Markas Espanyol
Jumlah awal pemain yang mendaftar pada awalnya 76 orang, sampai akhirnya hanya 64 orang yang benar-benar berpartisipasi.
Ini bukan kali pertama pamor Liga Voli Korea turun. Sebelumnya, sejumlah pemain Asia diketahui mundur dari pemilihan pemain.
"Ada banyak penolakan dari para pemain asing untuk datang ke lokasi tertentu, mengikuti tes, lalu menunggu tim melakukan seleksi," ucap perwakilan KOVO dikutip dari laman Hani Korea, Kamis (15/5/2025).
Artikel Terkait
Hooligan Espanyol Usir Barcelona Gelar Pesta Juara
Reaksi Hansi Flick Tak Terduga saat Barcelona Juara La Liga 2024-25 di Markas Espanyol
David Beckham Ngaku Tidur dengan Sederet Wanita Cantik, Istrinya Hanya Bisa Tarik Napas
Crystal Palace Vs Manchester City: Lima Alur Cerita Final Piala FA yang Penting
Son Heung-min Diperas dengan Kehamilan Palsu, Polisi Tangkap 2 Pelaku