"Tapi mengapa pilih Gresik?" tanya Deddy lagi. "Sebelum kontrak habis aku sudah ditelpon diminta bantu Petrokimia oleh manajerku (yang dulu) di Bank Jatim. Itu waktu aku masih belum cedera. Ya aku bilang bisa," jelas Mega.
"Tapi kemudian aku cedera dan aku minta kontraknya diputus aja. Tapi pihak Petro bilang enggak papa dan tetap disupport," jelas Mega.
"Apakah itu berarti turun level, secara liga korea dan Indonesia berbeda?" tanya Deddy lagi.
Baca Juga: Sukses Jaga Gawang PSM Makassar, Reza Arya Mendapat Garuda Calling dari Patrick Kluivert
"Kalau menurut aku sih nggak ya. Menurut aku why not kalau aku main di Indonesia terus aku main sebagus di Korea. Jadi aku menjunjung tinggi negaraku sendiri dong. Jadi levelnya Proliga jadi naik dibanding sebelumnya."
"Kenapa gak coba main di negara lain?" tanya Deddy lagi. "Ya aku mau balik dulu aja. Karena capek main dua tahun," jelas pevoli yang dijuluki Megatron.
"Aku juga ingin terus ketemu mama, sama keluarga. Tapi aku tidak menutup kemungkinan untuk keluar lagi kalau waktunya memungkinkan."
Baca Juga: PBVSI Terjunkan Dua Tim di AVC Nations Cup 2025, Megawati Masuk Daftar Timnas Indonesia
Mega juga mengaku sempat minta agar bayarannya dikurangi lantaran penampilannya yang dinilai tidak sesuai dengan keinginannya.
"Aku minta dikurangi karena aku mainnya nggak full. Itu terlalu banyak. Aku merasa itu kurang pas aja buat aku," kata Mega.
"Aku ingin voli sampai 35 lah atau 40 kalau bisa," kata Mega yang kini berusia 26 tahun dan akan segera menikah.
Artikel Terkait
Megawati Menjadi Diplomat Voli Liga Korea, Red Sparks Pun Terbang
Ketahuan Sifat Asli Megawati Usai Dirujak Netizen Proliga, Bodoh Kalian, Anjrit
Ditinggal Megawati, Red Sparks Percaya pada Duet Yeum Hye-seon dan Elisa Zanette
Komentar Jujur Kapten Red Sparks, Elisa Zanet Tidak Selevel Megawati