SportlinkNews - Kompetisi bola voli profesional tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, tak lama lagi bergulir. Musim baru ini diproyeksikan menjadi panggung persaingan ketat antarklub nasional dengan sejumlah penyesuaian format demi menjaga kualitas pertandingan.
Proliga 2026 akan melibatkan total 12 klub, terdiri atas lima tim putra dan tujuh tim putri. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hampir empat bulan, mulai 8 Januari hingga 26 April 2026, dengan Pontianak dipercaya menjadi kota pembuka.
Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo menyebutkan, jumlah peserta musim ini disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan dan peta kekuatan klub yang ada.
Sepanjang Proliga 2026, penonton akan disuguhi 98 pertandingan dari fase reguler hingga partai puncak. Selain itu, laga perebutan peringkat ketiga dan final akan menggunakan sistem best of three guna meningkatkan tensi persaingan.
Imam menilai format tersebut memberikan ruang kompetitif yang lebih adil. Hal ini sekaligus mendorong konsistensi performa para pemain sepanjang musim.
“Kompetisi ini menjadi wadah pembinaan prestasi. Dari sini nantinya akan lahir pemain-pemain terbaik yang diproyeksikan memperkuat tim nasional di berbagai kejuaraan internasional,” kata Imam.
Baca Juga: Jadwal Final Kompetisi Sepak Bola di Benua Eropa Sepanjang 2026
Di sektor putra, lima klub yang akan bersaing adalah Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta Garuda Jaya, Jakarta Lavani, Medan Falcons Tirta Bhagasasi, dan Surabaya Samator.
Sementara itu, sektor putri diikuti Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Jakarta Electric PLN Mobile, Jakarta Livin Mandiri, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Popsivo Polwan, serta Medan Falcons.
Ketua Panitia Proliga, Hanny S Sukatty, menegaskan komposisi peserta tersebut diharapkan mampu menjaga level kompetisi tetap kompetitif sejak awal hingga akhir musim.
Baca Juga: Semangat Membara Pemain Muda Persija Melawan Persib
Hanny juga menjelaskan adanya penyesuaian khusus pada format pertandingan fase akhir. Menurutna, laga final dan perebutan peringkat ketiga akan dimainkan maksimal tiga kali.
Apabila salah satu tim langsung unggul 2-0, pertandingan ketiga tidak akan digelar. Namun, laga penentuan tetap dimainkan jika kedua tim berbagi kemenangan dengan skor 1-1.
Artikel Terkait
Proliga 2026 Siap Panas! Kota Baru, Tim Baru, dan Kompetisi Tanpa Libur Ramadan
Proliga 2026 Dimulai Januari, Best of Three Warnai Perebutan Gelar
Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Tekanan Juara Bertahan di Proliga Putri 2026
Bandung bjb Tandamata Bidik Final Four Proliga 2026, Ingin Ulang Kejayaan 2023
Rivalitas Lama Berlanjut, Bhayangkara Presisi dan LavAni Bidik Proliga 2026