SportlinkNews - Jakarta LavAni Livin' Transmedia kian kokoh di puncak klasemen Proliga 2026. Mereka masih belum tersentuh kekalahan hingga laga ketujuh musim ini.
Kepastian itu diraih setelah LavAni menaklukkan Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-15, 25-23, 25-19) di GOR Ken Arok, Malang, Minggu, 8 Februari 2026.
Sejak peluit awal dibunyikan, LavAni langsung menurunkan kekuatan terbaiknya. Komposisi Hendra Kurniawan, Dio Zulfikri, Sigit Ardian, Malizi, Deho, serta bintang asing Taylor Sander tampil agresif dan efektif.
Baca Juga: AFC Apresiasi Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2028
Garuda Jaya yang mengandalkan Dawuda Alaihimassalam dan Timofei Sokolov tampak belum sepenuhnya siap mengantisipasi variasi serangan yang dibangun Dio Zulfikri. LavAni pun menutup set pertama dengan keunggulan mencolok, 25-15.
Memasuki set kedua, intensitas pertandingan meningkat. Tim asuhan Nur Widayanto mulai menemukan ritme permainan.
Bagas dan Kristoforus Sina tampil solid di lini pertahanan, bahkan sempat membawa Garuda Jaya berbalik unggul 12-10.
Baca Juga: PBSI Jadikan BATC 2026 Ajang Evaluasi Menuju Piala Thomas dan Uber
Melihat fokus anak asuhnya mulai goyah, pelatih LavAni, David Lee, segera mengambil time out. Keputusan tersebut terbukti efektif. LavAni mampu menyamakan kedudukan menjadi 13-13, lalu berbalik memimpin 16-13.
Meski Dawuda dan Sokolov beberapa kali menembus pertahanan lewat spike keras, pengalaman LavAni berbicara di poin-poin krusial. Set kedua pun diamankan LavAni dengan skor ketat 25-23.
Pada set ketiga, David Lee kembali melakukan variasi dengan memasukkan Jasen untuk menggantikan Dio Zulfikri di posisi setter. LavAni tetap memegang kendali dan unggul cepat 5-3.
Baca Juga: Bertahan di Grup Dunia II, Menpora Minta PELTI Jaga Komitmen Pembinaan dan Pendampingan Atlet
Garuda Jaya sempat memberikan tekanan balik melalui aksi Sokolov yang memperkecil jarak menjadi 9-11.
Namun, kualitas Taylor Sander dan Sigit Ardian sulit dibendung. Serangan tajam keduanya terus menembus blok Garuda Jaya dan membawa LavAni menjauh 20-15.
Meski melakukan sejumlah rotasi pemain di penghujung laga, LavAni tetap dominan dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 25-19.
Baca Juga: Target Besar Novak Djokovic, Tetap Bersaing di Olimpiade 2028
Kemenangan ini menegaskan bahwa kematangan mental menjadi faktor pembeda. Garuda Jaya sejatinya memiliki peluang besar untuk merebut set kedua, namun kurangnya pengalaman membuat mereka gagal memaksimalkan momen krusial.
Sebaliknya, LavAni tampil disiplin dalam menerapkan taktik, terutama saat transisi dari bertahan ke menyerang yang dikomandoi Hendra Kurniawan.
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengungkapkan bahwa rotasi pemain sengaja dilakukan dalam laga ini sebagai bagian dari persiapan menuju final four.
Baca Juga: Manchester United Ogah Terlena Empat Kemenangan Beruntun
"Nanti saat tampil di final four, semua pemain sudah pernah diturunkan sehingga lebih siap," ujar Erwin usai pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengaku cukup puas dengan penampilan timnya. Menurutnya, permainan anak asuhnya menunjukkan perkembangan dibanding laga-laga sebelumnya.
"Dibanding penampilan sebelumnya, permainan melawan LavAni sudah lebih baik,” kata Nur.
Kapten Garuda Jaya, Dawuda Alaihimassalam, menilai kekalahan timnya lebih disebabkan faktor pengalaman.
"Mungkin kami kalah dari segi pengalaman dibanding pemain-pemain LavAni," ujarnya.
Artikel Terkait
Transformasi Format, Mandiri 3x3 Indonesia Tournament Kini Lebih Kompetitif
Kemenpora Pantau Ketat Pelatnas Mandiri: Fokus pada Nomor Pertandingan yang Berpeluang Emas
Akhir Penantian, Jakarta Livin’ Mandiri Raih Kemenangan Perdana di Proliga 2026
Proliga 2026: Popsivo Polwan Jaga Asa Final Four Usai Menang Telak atas Livin’ Mandiri