Bhayangkara Kunci Tiket Final, Misi Hattrick Juara Kian Dekat

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 17 April 2026 | 23:24 WIB
Pemain Garuda Jaya mencoba melayangkan serangan ke arah pemain Bhayangkara Presisi pada laga penentuan final four Proliga 2026 seri Semarang, 17 April 2026. (PBVSI)
Pemain Garuda Jaya mencoba melayangkan serangan ke arah pemain Bhayangkara Presisi pada laga penentuan final four Proliga 2026 seri Semarang, 17 April 2026. (PBVSI)

SportlinkNews - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi memastikan langkah ke partai puncak Proliga 2026.

Tim asuhan Reidel Toiran itu akan menantang Jakarta LavAni Livin' Transmedia di Grand Final yang digelar di GOR Amongrogo pekan depan.

Tiket final diraih setelah Bhayangkara Presisi tampil solid menumbangkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) pada lanjutan Final Four di GOR Jatidiri, Jumat, 17 April 2026.

Baca Juga: Tampil Mendominasi MotoGP, Marco Bezzecchi Juga Menyimpan Kelemahannya

Sejak awal laga, Bhayangkara langsung mengambil inisiatif serangan lewat kombinasi pemain seperti Agil Angga, Arjuna Mahendra, Martin Atanasov, hingga Bardia Saadat yang dikomandoi setter Nizar Zulfikar.

Meski mendapat perlawanan ketat dari Garuda Jaya yang mengandalkan Dawuda Alahiwassalam dan Fauzan Nibras, Bhayangkara tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Set kedua menjadi momen paling menegangkan. Garuda Jaya sempat memaksa deuce hingga dua kali, namun pengalaman Bhayangkara berbicara di poin-poin krusial untuk menutup set dengan skor tipis 27-25.

Baca Juga: Misi Baru Hendra Setiawan, Bangun Mental Juara Indonesia di Thomas & Uber 2026

Momentum itu berlanjut di set ketiga saat Bhayangkara tampil lebih konsisten hingga mengunci kemenangan.

Pelatih Bhayangkara, Toiran, mengakui laga tidak berjalan mudah meski berakhir dengan kemenangan straight set.

"Saya puas karena tim bermain sesuai instruksi. Meski sempat ditekan hebat di set kedua, anak-anak tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan," ungkapnya.

Baca Juga: Persaingan MVP Memanas, Gilgeous-Alexander Unggul Tipis atas Jokic dan Wembanyama

Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Bhayangkara dalam misi mempertahankan gelar. Namun, Toiran menegaskan timnya akan tetap mengatur strategi jelang partai puncak.

"Tujuan awal kami adalah final. Sekarang saatnya memberi kesempatan pemain muda agar kondisi tim tetap prima sebelum Grand Final," tambahnya.

Optimisme juga datang dari setter Bhayangkara, Alvin Daniel, yang menargetkan sejarah baru bagi timnya. "Fokus kami sekarang mempertahankan gelar dan menciptakan hattrick juara," tegasnya.

Baca Juga: Momen Bersejarah Menanti, Peluang Besar LeBron dan Bronny Bermain Bersama di Playoff NBA 2026

Di kubu lawan, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menyoroti faktor komunikasi sebagai penyebab kekalahan timnya. Minimnya koordinasi jadi catatan penting.

"Kami sering kehilangan poin karena koordinasi yang belum padu. Ini jadi pelajaran berharga bagi pemain muda kami," katanya.

Meski gagal ke final, semangat Garuda Jaya tetap terjaga. Dawuda Alahiwassalam menegaskan timnya akan tampil habis-habisan demi mengamankan posisi ketiga.

"Kami akan fight untuk menutup musim ini dengan hasil terbaik," tukasnya kemudian.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBVSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X