SportlinkNews - Hendra Setiawan diminta bisa untuk membantu membangun karakter tim dan menanamkan mental juara pada Piala Thomas & Uber 2026.
Dengan tingkat kompetitif yang sangat tinggi, dua hal menjadi hal krusial, yakni adaptasi cepat dan kesiapan mental.
Pesan khusus ini disampaikan oleh Ketua Umum PBSI, Fadil Imran langsung kepada Hendra pada saat pelepasan tim menuju Horsens, Denmark, Kamis lalu, 16 April 2026.
Baca Juga: Persaingan MVP Memanas, Gilgeous-Alexander Unggul Tipis atas Jokic dan Wembanyama
Ia menitipkan misi penting kepada Hendra, yakni membangun mental juara yang sempat menjadi kendala dalam beberapa edisi terakhir.
"Peta kekuatan sekarang sebenarnya cukup menguntungkan kita. Tunggal merata, ganda juga. Tinggal bagaimana kesiapan mental dalam pertandingan beregu," ujar Fadil.
"Saya sudah pesan ke Hendra. Dulu dia kapten saat kita juara, jadi saya titip untuk membangun karakter tim. Mudah-mudahan momen itu bisa terulang di Denmark."
Baca Juga: Momen Bersejarah Menanti, Peluang Besar LeBron dan Bronny Bermain Bersama di Playoff NBA 2026
Dengan pengalamannya sebagai kapten saat masih menjadi pemain, Hendra telah sukses memimpin tim Thomas untuk meraih satu gelar juara dan dua kali runner-up di turnamen ini.
Hal itu menjadikannya figur sentral dalam ruang ganti. Ia mengaku menyimpan kenangan manis saat membawa Indonesia juara di Aarhus, Denmark pada edisi 2020. Kesuksesannya itu membuat Hendra lebih dikenal sebagai "Kapten Abadi".
"Pastinya memberi semangat tersendiri. Kami terakhir main di sana dan hasilnya juara. Itu yang membuat saya terkesan," kata Hendra.
Baca Juga: Tampil Buruk di Awal Musim Mampukah Ducati Berbenah diri?
Kini, tantangan yang dihadapi jauh berbeda. Bukan lagi soal memenangkan poin, tetapi memastikan setiap pemain menurutnya harus siap secara mental dan taktik. Hendra mengakui, peran barunya justru menghadirkan tekanan tersendiri.
"Daya juang harus lebih karena ini pertandingan tim. Tapi yang penting pemain fokus dengan perannya masing-masing," tuturnya.
"Saya akan membantu dari belakang. Mungkin lebih sulit karena harus menentukan siapa yang turun dan melihat kondisi pemain serta lawan, tapi saya harus siap."
Baca Juga: Tampil Buruk di Awal Musim Mampukah Ducati Berbenah diri?
Persaingan di edisi kali ini juga diprediksi semakin terbuka. Menurut Hendra, kekuatan antarnegara kini semakin merata, sehingga tak ada lawan yang bisa dianggap ringan.
Sektor ini datang dengan kombinasi pengalaman dan energi muda, mulai dari pasangan senior seperti Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri hingga talenta baru, Raymond Indra-Nikola Joaquin.
Hendra pun siap berkolaborasi dengan tim pelatih untuk memastikan setiap pasangan tampil maksimal di momen krusial.
Artikel Terkait
Debut Resmi sebagai Pelatih, Hendra Setiawan Siap Bantu Sabar/Reza Maksimal di All England 2025
Peran Baru Hendra Setiawan sebagai Pembina, Wakil Ketua Harian PB Jaya Raya
Jadi Pelatih, Hendra Setiawan Langsung Ukir Prestasi di Indonesia Open 2025
Hendra Setiawan Turun Gunung, Borong Dua Gelar di BWF World Senior Championships 2025
Target Ambisius PBSI: Thomas Bidik Final, Uber Tembus Semifinal di 2026