SportlinkNews - Memphis Grizzlies akhirnya berpisah dengan pelatih Taylor Jenkins. Grizzlies mengumumkannya pada Jumat lalu, 28 Maret 2025, waktu setempat.
Perjalanan Jenkins bersama Grizzlies cukup pajang. Dia melatih sejak era Covid dimulai pada 2019-2020 lalu, dengan catatan prestasi meloloskan Grizzlies ke babak playoff sebanyak tiga kali hingga saat ini.
Keputusan ini tergolong mengejutkan, karena performa Grizzlies (44-29) di musim ini tidak buruk.
Mereka menempati peringkat 5 klasemen Wilayan Barat dan akan jadi musim keempat mereka lolos playoff bersama Jenkins.
Baca Juga: Protecting Ranking Dikabulkan BWF, Anthony Ginting Absen di Indonesia Open 2025 untuk Fokus Pemulihan Cedera
Tapi kenyataannya tidak. Presiden Grizzlies dan GM operasi bola basket Zach Kleiman dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa ini keputusan sulit yang harus diambil oleh manajemen tim.
"Saya sangat menghargai kontribusi Taylor kepada tim ini dan kota ini selama enam musim terakhir. Ini adalah keputusan yang sulit, mengingat perkembangan yang konsisten dan nyata dari para pemain kami dan kesuksesan secara keseluruhan di bawah kepemimpinan Taylor," ungkapnya.
"Saya berharap yang terbaik untuk Taylor di masa depan," tambahnya.
Baca Juga: Timnas Futsal Wanita Indonesia Kena Sanksi AFC, PSSI Didenda Rp 14,9 Juta
Selama manajemen tim masih mencari kandidat pengganti Jenkins, asisten pelatih Grizzlies akan mengambil alih pucuk pimpinan pelatih tim sementara waktu ini.
Jenkins menjadi pelatih dengan rekor kemenangan terbanyak di bulan November.
Namun, dengan perginya Jenkins, diperkirakan Memphis harus berjuang keras untuk bisa mempertahankan posisinya guna lolos ke babak playoff.
Grizzlies pun beresiko kehilangan keunggulan sebagai tuan rumah di babak playoff.
Baca Juga: Timnas Portugal Diminta Parkir Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Apalagi dalam waktu dekat ada tiga pertandingan yang harus dilakukan Grizzlies pada akhir pekan ini, hari ini, 29 Maret 2025 melawan LA Lakers.
Kemudian Senin, 31 Maret 2025, menghadapi Boston Celtics, dan Selasa, 1 April akan bertemu Golder State Warriors.
Di mana tiga laga tersebut akan menjadi bagian penting dalam delapan pertandingan terakhir perebutan tiket playoff.
Masih ada kemungkinan, setidaknya secara matematis, Memphis dapat kembali ke peringkat 2 di Wilayah Barat, dan sangat tidak mungkin Grizzlies akan masuk ke dalam jangkauan Turnamen Play-In SoFi.
Baca Juga: Liverpool Siap Korbankan Dua Bek Demi Gaet Alexander Isak
Menurut Stats Perform, satu-satunya contoh dalam sejarah NBA di mana sebuah tim memecat seorang pelatih kurang dari 10 pertandingan tersisa di musim reguler, sebelum bermain di babak playoff, adalah ketika Nets memecat Larry Brown pada tahun 1982-83.
Brown dipecat dengan enam pertandingan tersisa (rekor 47-29 pada saat itu), karena Nets tidak ingin memasuki babak playoff dengan apa yang mereka anggap sebagai pelatih "bebek lumpuh".
Jenkins adalah pelatih dengan masa kerja terlama kelima dengan klubnya saat ini di liga, hanya kalah dari Gregg Popovich dari San Antonio, Erik Spoelstra dari Miami, Steve Kerr dari Golden State, dan Michael Malone dari Denver. Semua pelatih tersebut telah telah memenangkan gelar NBA.
Baca Juga: Manchester United Incar Striker Muda Yunani untuk Gantikan Rasmus Hojlund
Hasil melawan tim-tim terbaik liga sejauh musim ini bukanlah pertanda baik bagi Jenkins.
Grizzlies kalah dari Oklahoma City, serta tertinggal dari Houston, Denver dan Lakers. Tiga tim terdepan di Wilayah Barat.
Hal tersebut telah menjadi tren sepanjang musim bagi Memphis: mereka bermain baik melawan tim-tim di bawah 500 (poin), namun kesulitan melawan klub-klub juara.
Melawan 13 tim lain yang saat ini memiliki nilai di atas 500, Grizzlies mencatatkan rekor 11-20 musim ini dan kalah dengan selisih 77 poin.
Baca Juga: Menanti Duel Ducati dan BMW di Putaran Dua WorldSBK Portugal 2025
Melawan 16 klub dengan nilai 500 atau lebih buruk. Grizzlies memiliki rekor 33-9, mengungguli lawan-lawannya tersebut dengan 462 poin.
Jenkins melewati Lionel Hollins untuk kemenangan terbanyak dalam sejarah Grizzlies dan juga telah melatih paling banyak pertandingan dalam sejarah tim, dengan waralaba diluncurkan pada tahun 1995.
Dia mencatatkan 250-214 dalam enam musim bersama Memphis dan membimbing mereka ke babak playoff pada 2021, 2022 dan 2023.
Pada musim 2021-22, tim memenangkan 56 pertandingan, yang merupakan rekor terbanyak Grizzlies dalam satu musim di bawah asuhan Jenkins.
Baca Juga: Lima Alasan Mengapa Red Bull Mengganti Liam Lawson dengan Pembalap F1 Jepang Yuki Tsunoda
Grizzlies menjuarai Divisi Barat Daya dan merupakan unggulan kedua di Wilayah Barat.
Mereka menyingkirkan Minnesota Timberwolves di babak pembuka namun kalah dari Golden State di semifinal Wilayah Barat dengan pemain bintang Ja Morant yang mengalami cedera.
Jenkins sendiri masuk menggantikan J.B. Bickerstaff, yang dipecat setelah gagal mencapai babak playoff pada musim 2018-19.
Jenkins pernah menjadi asisten di Milwaukee Bucks dan Atlanta Hawks, keduanya bekerja untuk pelatih Mike Budenholzer.
Baca Juga: NBA All-Star 2026 Ubah Format, Mini-Turnamen Dihapus Usai Dinilai Gagal Jenkins juga pernah bertugas di organisasi San Antonio Spurs, dan akhirnya menjadi pelatih tim Spurs G League di Austin.
Kedatangan Jenkins di Memphis bertepatan dengan Grizzlies yang memilih Morant sebagai pemain nomor dua di tahun 2019.
Setelah playoff berlangsung dari 2021-23, Grizzlies menghabiskan musim lalu dengan berurusan dengan cedera pemain utama.
Artikel Terkait
Playoff NBA 2025: Daftar Tim yang Lolos, Klasemen, dan Prediksi Persaingan
NBA 2025: Wizards Kehilangan Bilal Coulibaly, Spurs Tanpa De'Aaron Fox hingga Akhir Musim
Persaingan Ketat MVP NBA 2025: Nikola Jokic vs Shai Gilgeous-Alexander, Siapa Terbaik?
Boston Celtics Resmi Lolos ke Playoff NBA 2025, Perjalanan Juara Bertahan Menuju Postseason
NBA All-Star 2026 Ubah Format, Mini-Turnamen Dihapus Usai Dinilai Gagal