SportlinkNews - Jalan cerah New York Knicks akhirnya menemui tembok kokoh bernama Indiana Pacers. Sempat bangkit di Gim 3, tetapi Knicks kembali terperosok hingga tertinggal 1-3.
Habis sudah keajaiban Knicks, tidak ada ledakan poin di kuarter terakhir, dan yang lebih menyakitkan, tidak ada jawaban untuk permainan Tyrese Haliburton yang menjadi sumber kemenangan lawannya, Pacers.
Sepanjang babak playoff ini, Knick hidup dari ketangguhan dan momentum yang sering datang di saat-saat kritis.
Tapi, Selasa, 27 Mei 2025, mereka kembali menghadapi kenyataan, bahwa keajaiban tidak selalu datang dua kali.
Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Menerima Rekomendasi Penghargaan Promosi Olahraga 2025
"Kami pikir kami akan menemukan satu trik lagi. Tapi di laga ini (Gim 4), kami tidak punya keajaiban itu," ungkap Towns jujur setelah pertandingan.
Knicks memulai pertandingan dengan buruk, kebobolan 43 poin di kuarter pertama dan tak mampu memadamkan api yang dinyalakan oleh Haliburton.
Bintang Pacers itu hampir mencatat triple-double di babak pertama dan mengakhiri pertandingan dengan statistik luar biasa, triple double 32 poin, 15 assist, 12 rebound, tanpa satu pun turnover.
Sementara Pascal Siakam menyumbang 30 poin dan Bennedict Mathurin menambahkan 20 poin dari bangku cadangan.
Baca Juga: Erling Haaland dan Josko Gvardiol Tampil Menonjol dalam Statistik Manchester City 2024/2025
Meski sempat memangkas selisih menjadi enam poin di menit akhir, Knicks tak pernah benar-benar mengancam. Masalah utama mereka kembali terlihat, pertahanan yang tak cukup rapat dan terlalu banyak kesalahan sendiri.
New York melakukan 17 turnover, termasuk lima dari Josh Hart, yang berujung pada 20 poin mudah untuk Pacers.
"Melawan tim seperti Indiana, setiap kesalahan dibayar tunai," ujar Hart.
Di sisi lain, Knicks juga harus menghadapi tantangan mental yang besar menghadapi sistem serangan cepat Rick Carlisle. Tempo tinggi dan rotasi bola cepat membuat barisan pertahanan Knicks rentan.
Baca Juga: Koleksi Baru North London Forever Diluncurkan, Seluruh Keuntungan akan Didonasikan
Indiana menembak 51 persen tembakan dari lapangan dan 40 persen dari tembakan tripoin, angka efisiensi yang membuat hampir semua upaya Knicks sia-sia.
"Kalau satu orang salah posisi, semuanya kacau," tambah Hart menggambarkan betapa sulitnya menjaga pola serangan Pacers yang dinamis.
Secara ofensif, Knicks sebenarnya tidak tampil buruk, Brunson dan Towns mampu mencetak total 55 poin, dan OG Anunoby menambahkan 22 poin. Sayangnya, itu tidak cukup untuk menutupi keroposnya pertahanan mereka.
Brunson sendiri mengakui bahwa ia belum cukup berkontribusi, terutama dalam pertahanan yang menjadi titik lemah Knicks sepanjang seri ini.
Baca Juga: Marciano Noman: Hormati Tupoksi Masing-masing Jika Olahraga Kita Ingin Maju
"Rasanya saya tidak melakukan cukup banyak buat tim. Harus ada perbedaan dari saya," katanya.
Kini, dengan tertinggal 1-3 dan menghadapi tim Pacers yang belum pernah kalah dua kali beruntun sejak awal Maret, Knicks dipaksa menghadapi realita yang berat, harus petik tiga kemenangan beruntun atau pulang.
Kali ini, mereka tidak bisa hanya mengandalkan keajaiban. Gim 5 kembali akan berlangsung di kandang mereka, Madison Square Garden, Jumat, 30 Mei 2025.
Artikel Terkait
Knicks Perlu Evaluasi Serius Bila Mau Bersaing di Wilayah Timur
Persaingan Menuju Playoff NBA 2025 masih Memanas, Banyak Drama di Wilayah Timur
Pacers Beri Kejutan Cleveland untuk Pastikan Keunggulan 3-1, Selangkah Lagi ke Final Wilayah Timur
Pacers 'Back to Back', Tunggu Lawan di Final Wilayah Timur
Knicks Kembali ke Final Wilayah Timur, Kedua Kalinya Sejak Era Rick Brunson