Patrick Kluivert Hadir di Final IBL 2025 Terkesan dengan Atmosfer Pertandingan

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Minggu, 20 Juli 2025 | 13:34 WIB
Patrick Kluivert dan Alex Pastoor saksikan final IBL 2025 (IBL)
Patrick Kluivert dan Alex Pastoor saksikan final IBL 2025 (IBL)

SportlinkNews - Final Indonesian Basketball League (IBL) 2025 antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten yang digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro terasa istimewa.

Bukan oleh teriakan atau sorakan pendukung kedua tim tapi oleh kehadiran pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Patrick Kluivert.

Patrick hadir pada game kedua final IBL 2025 bersama asisten pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Alex Pastoor.

Baca Juga: MotoGP Ceko: Drama Marc Marquez di Brno, Pedro Acosta dan Enea Bastianini Naik Podium di Sprint Race

Bagi Patrick, ini menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan pertandingan basket di Indonesia. Dan pelatih asal Belanda tersebut langsung terkesan.

"Saat masih di Barcelona saya sering menyaksikan pertandingan basket tim basket mereka bertanding, jadi tentu pengalaman luar biasa untuk bisa kembali menyaksikan basket di Indonesia," ujar Patrick.

"Dan atmosfer yang ada di sini sangat hebat. Rasanya sama seperti saat kami (tim nasional sepak bola Indonesia) bermain di GBK, aura dan atmosfernya," imbuh Patrick.

Baca Juga: Jadi Man of The Match Indonesia vs Filipina Robi Darwis Tidak Mau Terlena dan Tetap Fokus Hadapi Malaysia

Pada game kedua tersebut, Pelita Jaya harus mengakui penampilan Dewa United Banten yang mereka kalahkan pada gim pertama di kandang Dewa United.

Dewa United Banten mampu memberikan perlawanan sengit yang membuat Pelita Jaya bekerja keras.

Dewa United bermain bagus di first half, yang membuat mereka bisa membalas kekalahan dari Pelita Jaya di Game 1. Dewa United bisa bertahan dari upaya Pelita Jaya bangkit di second half.

Baca Juga: Final IBL 2025: Pelita Jaya dan Dewa United Bermain Imbang, Laga Penentuan akan Dimainkan

Pelita Jaya yang hanya berjarak satu kemenangan dari gelar juara, justru bermain di bawah tekanan.

Mereka hanya memasukkan 10 poin di kuarter pertama, dan tertinggal 17 angka (33-50) saat turun minum.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: IBL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X